20 Ton Pupuk Diamankan Kodim 0304/Agam

20 Ton Pupuk Diamankan Kodim 0304/Agam
Mobil pembawa pupuk yang diduga akan diselundupkan berhasil diamankan oleh anggota TNI. IST.
Bagikan:

AGAM, RedaksiSumbar.com – Komando Distrik Militer (Kodim) 0304/Agam mengamankan 20 ton pupuk yang diduga diselundupkan oleh segelintir orang di Jorong Lasi Tuo, Canduang, Kabupaten Agam, Sumatera Barat, pada Sabtu (21/10/2017) lalu.

Berawal dari laporan masyarakat petani yang kesulitan dan mengeluhkan susahnya mendapatkan pupuk bersubsidi, Unit Intel Kodim 0304/Agam bergerak dan melakukan penggerebekan dugaan penyelundupan pupuk bersubsidi jenis Phonska dan NPK sebanyak 20 ribu kilogram atau sebanyak 20 ton di Jorong Lasi Tuo, Nagari Lasi Tuo, Canduang, Kabupaten Agam, Sumatera Barat.

Dugaan penyelundupan dan penyalahgunaan pupuk jenis Phonska dan NPK itu dibawa menggunakan mobil jenis colt diesel dengan nomor polisi (nopol) BA 8496 LU yang dikendarai oleh seseorang bernama Dayat. Pupuk bersubsidi jenis Phonska dan NPK ini dimuat oleh si sopir dari Batagak, Agam.

Seharusnya, pupuk tersebut harus didistribusikan ke Koto Gadang, Malalak dan Matur namun dialihkan ke Canduang dan mengakibatkan kawasan tersebut kekurangan pupuk bersubsidi.

Baca : Pengawasan Pupuk Bersubsidi Dinilai Masih Lemah

Dandim 0304/Agam Letkol (Kav) Salim Kurniawan Dewantara mengatakan pada saat penggerebekan, ada beberapa orang tenaga angkut antara lain, Erianto, M. Nur, Yunisman dan Amril, mereka semuanya mengakui bahwa pemilik pupuk dan mobil tersebut adalah Iskandar yang mempunyai gudang di Lasi, Kecamatan Canduang, Kabupaten Agam,

“Sementara untuk jumlah pupuk tersebut sebanyak 20 Ton dengan rincian 10 Ton sudah dibongkar di gudang milik Iskandar (Lasi) dan 10 Ton dibawa ke Kodim 0304/Agam sebagai barang bukti,” katanya.

Dandim juga menyebutkan, pada saat penangkapan, sopir mobil melarikan dengan meninggalkan barang bukti berupa mobil dan pupuk tersebut. Begitu dilakukan penggerebekan oleh anggota, pemilik pupuk yang sempat mendatangi lokasi penggerebekan juga melarikan diri dengan alasan mau menjeput DO dan surat jalan, terang Dandim.

“Saat ini  barang bukti telah diamankan dan segera kami serahkan ke Polres Bukittinggi untuk dilakukan penyidikan lebih lanjut, kita serius menangani persoalan yang merugikan masyarakat ini, kami akan berantas sampai ke akar- akarnya, terutama jika ada pihak- pihak yang bermain atau membekingi semua ini. Untuk itu, kami dari TNI terus melakukan koordinasi dengan Satgas Pangan dari Dinas Pertanian, dan polisi,” ujarnya

Lebih lanjut Dandim juga mengatakan, penggerebekan ini didasari karena banyaknya laporan dari warga masyarakat, khususnya para petani yang selama ini mengeluhkan sulit mendapatkan pupuk bersubsidi, karena di timbun oleh para spekulan yang ingin mendapatkan keuntungan untuk mereka secara pribadi, ungkapnya.

Terpisah, Kepala UPT Pertanian Kecamatan Candung, Imrefli menyebutkan, kasus serupa juga pernah terjadi sejak tahun 2016 silam. “Karena kasus ini pernah terungkap tahun 2016, pihak Distributor atas nama Iskandar tidak lagi dipercaya oleh kementerian sebagai Distributor Resmi. Hak distributornya telah dicabut. Namun kami tidak tahu kemana pupuk ini akan diecer oleh dia,” ungkapnya.

Dikatakan juga oleh Imrefli, di Kecamatan Candung saat ini ada sekitar 94 kelompok tani yang terdiri dari berbagai sektor pertanian. Sedangkan luas lahan sawah yang ada mencapai 1.393 hektare. “Menurut data yang ada, sebanyak hampir 70 persen masyarakat Candung adalah petani dan tentu saja membutuhkan pupuk. Namun, saat ini, banyak juga yang mulai beralih ke pupuk organik, karena faktor kelangkaan pupuk bersubsidi ini,” ucapnya. [KJA/Red]

Bagikan:
Loading...

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Tinggalkan Balasan