200 Perlintasan Tanpa Palang Pintu Hadang BIM

200 Perlintasan Tanpa Palang Pintu Hadang BIM
Ilustrasi. (Dok: Deutsche Welle)
Bagikan:




PADANG, RedaksiSumbar.com – Sedikitnya sebanyak 200 jalur perlintasan kereta api menuju Bandara Internasional Minangkabau (BIM), Kabupaten Padang Pariaman diketahui tidak memiliki palang dan penjaga.

Menyikapi hal tersebut, Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) Sumbar, Amran meminta Pemerintah Kota (Pemko) Padang dan Kabupaten Padang Pariaman menertibkan perlintasan di sepanjang jalur kereta api agar tak menambah korban jiwa dari sejumlah rangkaian kecelakaan oleh transportasi massal tersebut.

“Pemerintah harus segera mengambil tindakan dengan sejumlah perlintasan tanpa palang di sepanjang jalur kereta api, karena kereta api Minangkabau Ekspres yang melayani rute Stasiun Simpang Haru Padang menuju Bandara International Minangkabau (BIM) akan beroperasi dalam waktu dekat. Jangan sampai kehadiran kereta api ini menjadi mesin pembunuh masyarakat,” katanya, Kamis, 22 Februari 2018 di Padang.

Jika melihat dari aturannya, sebut Amran, jarak antar perlintasan yang ada minimal 800 meter, namun kenyataannya hanya berjarak 100 meter, sehingga dirinya tak heran seringnya kecelakaan oleh kereta api.

“Jika perlintasan liar itu ditutup, maka harus diberikan jalan kolektor atau pada perlintasan itu dilengkapi dengan palang pintu dan petugas jaga,” tuturnya.

Sebelumnya, Kereta Api untuk pelayanan rute Bandara Internasional Minangkabau (BIM)- Simpang Haru Padang tinggal menunggu waktu dioperasikan.

Rangkaian kereta tersebut tiba di dermaga Pelabuhan Teluk Bayur pada Selasa, 22 Februari 2018 dan telah dilakukan uji operasi di Madiun.

Kereta Api tipe railbus produksi PT Inka itu dikirim ke Padang menggunakan kapal Dewa Samudera Abadi. Setelah dilakukan bongkar muat, gerbong dan lokomotif tersebut segera dibawa ke Deposisi Simpang Haru Padang.

Sementara serah terima dari PT Inka Samudera Indonesia kepada PT Kereta Api Divisi regional II Padang selaku pembeli rencananya akan dilakukan Sabtu, 24 Februari 2018 mendatang.

Sebelum resmi dioperasikan, kereta api tersebut juga akan di uji jalan ulang untuk memastikan keamanannya. Direncanakan gerbong yang mempunyai kapasitas angkut 272 orang itu akan beroperasi pada Mei 2018 mendatang. [EFT/Relis]




Bagikan:
Topik: , ,
Loading...