2018 Mendatang, Polres dan Pemko Bukittinggi Akan Bersinergi Dalam Upaya Rekrutmen Polisi

2018 Mendatang, Polres dan Pemko Bukittinggi Akan Bersinergi Dalam Upaya Rekrutmen Polisi
Kapolres Bukittinggi, AKBP Arly Jembar Jumhana menandatangani nota kesepahaman bersama penerimaan rekrutmen Polri tahun 2018. IST.
Bagikan:

BUKITTINGGI, RedaksiSumbar.com –  Guna menjaring calon anggota Polri dari putra dan putri di Bukittinggi yang berkualitas, Polres dan Pemko Bukittinggi melakukan penandatanganan nota kesepahaman dalam rangka pembinaan dan pelatihan calon anggota Polri tahun 2018. Penandatanganan tersebut dilakukan di Polres Bukittinggi oleh Kapolres AKBP Arly Jembar Jumhana dan Pemko Bukittinggi yang diwakili oleh Wakil Walikota Irwandi, di Hall Balai Kota Bukittinggi yang dihadiri seluruh pejabat utama kedua belah pihak, Jumat (20/10/2017).

Kabag Sumda Polres Bukittinggi Kompol Desmentrial selaku Ketua Pelaksana mengatakan bahwa program pembinaan dan pelatihan ini dimaksudkan untuk memberikan bimbingan kemampuan bagi putra-putri daerah dalam mempersiapkan diri guna mengikuti seleksi penerimaan anggota Polri Terpadu Tahun Angkatan  2018. Tujuannya agar putra daerah mampu bersaing maupun berkompetensi dalam seleksi penerimaan anggota Polri sehingga terpenuhi kebutuhan anggota Polri wilayah Polda Sumbar dan Polres Bukittinggi khususnya.

“Pembinaan dan pelatihan calon anggota Polri itu akan berlangsung selama enam bulan. Dari bulan September 2017 hingga Februari 2018. September, kita buka pendaftaran dan pendataan calon peserta pembinaan dan pelatihan calon anggota Polri di tingkat SMA sederajat di Kota Bukittinggi dan Kabupaten Agam bagian timur. Oktober, seleksi untuk menyaring peserta pelatihan yang kompeten. November hingga Januari 2018, pelaksanaan pembinaan dan pelatihan terhadap peserta. Materinya antara lain kelengkapan administrasi, kesehatan, psikologi, jasmani dan akademik dan pada bulan Februari 2018 dilakukan analisis dan penilaian akhir terhadap kemampuan peserta setelah mengikuti pembinaan dan pelatihan,” paparnya.

Lebih lanjut dirinya mengatakan selama bulan September dan Oktober ini, pihaknya telah melakukan pendataan calon peserta siswa SMA sederajat kelas XII melalui Kapolsek dan Bhabinkamtibmas dengan peminat mencapai 350 orang. ”Pada 13 Oktober 2017 lalu juga telah dilakukan seleksi awal di halaman Mapolres berupa pengukuran kesamaptaan yang meliputi tinggi dan berat badan dengan ketentuan pria minimal 165 cm dan wanita minimal 160 cm. Jumlah peserta didik mengikuti seleksi sebanyak 577 orang. Dari 577 peserta itu yang tidak memenuhi syarat 163 orang dan memenuhi syarat 414 orang,” terangnya.

Rincian jumlah pelajar dari wilayah Bukittinggi sendiri diantaranya SMAN 1 28 orang sebanyak 14 laki-laki dan 14 perempuan, SMAN 2, 27 laki-laki dan 16 perempuan, SMAN 3,13 laki-laki dan 12 wanita, SMAN 4, sembilan laki-laki dan 14 wanita, SMAN 5 sebanyak 32 orang yaitu 21 laki-laki dan 11 wanita.

MAN 1 Model sebanyak 4 orang dengan rincian tiga laki-laki dan satu wanita, MAN 2, empat laki-laki dan dua wanita, SMKN 1, 14 laki-laki saja, SMKN 2 46 orang, 19 laki-laki dan 27 wanita, SMAS Pembangunan 15 orang, 14 laki-laki dan satu wanita, SMAS PSM empat orang laki-laki, SMF 12 orang, dua laki-laki dan 10 wanita, SMKT Muhammadiyah satu orang laki-laki dan SMKS Pembina Bangsa empat laki-laki dan dua wanita. Total dari Kota Bukittinggi sebanyak 269 orang. Sementara dari wilayah Kabupaten Agam bagian timur dari SMA sederajat sederajat di wilayah Banuhampu Sungai Puar, IV Koto, IV Angkek Canduang, Tilatang Kamang, Baso dan Palupuah sebanyak 145 orang.

Kapolres Bukittinggi AKBP Arly Jembar Jumhana mengatakan program perekrutan putra daerah ini merupakan program dari markas besar. Agar terjaring calon anggota putra daerah terbaik dibutuhkan persiapan yang cukup lama. Menurut Undang-undang (UU) Nomor 2 Tahun 2002 tentang Kepolisian pasal 13 dijelaskan bahwa dalam rangka implementasi tugas Polri, dibutuhkan Sumber Daya Manusia yang berkualitas. ”Sehingga dibutuhkan strategi yang mumpuni dalam merekrut calon anggota Polri,” katanya.

Arly tidak menampik jika dulu masuk polisi harus bayar. Namun sejak rekrutmen tahun 2017 dapat dipastikan kecil kemungkinan ada bayar-bayar. Yang dibutuhkan saat ini adalah kualitas dari calon anggota itu. Ditambah lagi ada prioritas dari Kapolri untuk putra daerah. ”Agar putra daerah dapat memegang peranan yang lebih baik. Kebijakan Kapolri itu diikuti sampai kebawah. Polres Bukittinggi pun mencari cara bagaimana mendapatkan calon yang berkualitas. Salah satunya dengan melakukan penandatanganan nota kesepahaman bersama antara Polres dengan Pemko Bukittinggi dalam rangka pembinaan dan pelatihan calon anggota Polri tahun 2018 bagi putra putri daerah di wilayah hukum (wilkum) Polres Bukittinggi,” terangnya.

Sementara itu, Wakil Walikota Bukittinggi, Irwandi dalam mengatakan sangat mengapresiasi rekrutmen paling bersih yang telah dilakukan Polri tahun ini. Irwandi mengakui ketersediaan tenaga kepolisian untuk mengatasi masalah kamtibmas dan lalu lintas di Bukittinggi masih kurang, namun kinerja kepolisian ia nilai sangat bagus. ”Pemko juga punya tanggung jawab bagaimana pembinaan dan pelatihan calon anggota kepolisian ini dapat berlangsung dengan baik,” sebutnya.

Karena itu Irwandi mengharapkan dilakukan persiapan dari sekarang, seperti kesiapan jasmani dan rohani para peserta didik dengan tetap berkoordinasi dengan Polres untuk calon anggota polri. Salah satu implementasinya dibentuk kepanitiaan bersama. ”Ada kegiatan yang harus dipersamakan dalam mempersiapkan rekrutmen ini, sehingga  bisa mengantisipasi dan menyiapkan calon anggota kepolisian,” tambahnya. [KJA/RED]

Bagikan:
Tags: , , ,
Loading...

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Tinggalkan Balasan