21 Hari Operasi Simpatik 2017 Ditabuh, Satlantas Polres Agam Incar Pengendara Kategori ini… | Redaksi Sumbar

21 Hari Operasi Simpatik 2017 Ditabuh, Satlantas Polres Agam Incar Pengendara Kategori ini…

21 Hari Operasi Simpatik 2017 Ditabuh, Satlantas Polres Agam Incar Pengendara Kategori ini…
Kasat Lantas Polres Agam, IPTU Julisman menerangkan rekap kasus laka yang terjadi sepanjang tahun 2016 di Mapolres Agam, Rabu (1/3/2017). RedaksiSumbar.com/Loni Hendri
Dibaca : 1104 Kali
Bagikan:




AGAM, RedaksiSumbar.com – Kepolisian Resor (Polres) Agam mencatat sepanjang tahun 2017 ini telah terjadi 13 kasus kecelakaan. Akibatnya, 3 orang meninggal dunia dan sebanyak 8 orang mengalami luka berat. Untuk itu sedikitnya 30 personil dari Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Agam ditargetkan menggelar Operasi Simpatik 2017 selama 21 hari ke depan untuk mengurangi kasus laka tersebut.

“Razia akan digelar selama 21 hari dengan maksud menarik perhatian masyarakat untuk melayani dan mau mematuhi lalu lintas. Target utamanya adalah para pengendara yang membahayakan diri dan orang lain seperti menerobos lampu merah dan tidak memperhatikan aspek keamanan berkendara,” tegas Kasat Lantas Polres Agam, Iptu Julisman, Rabu (1/3/2017).

Satlantas Polres Agam menargetkan kasus kecelakaan di daerah itu sepanjang tahun 2017 ini menurun dibandingkan tahun sebelumnya. Iptu Julisman menjabarkan sepanjang tahun 2016 jumlah kasus kecelakaan mencapai 174 kasus dengan kerugian total Rp 400 juta.

“Korban meninggal dunia berjumlah 17 orang dan korban luka ringan sebanyak 40 orang. Inilah tugas berat yang akan dijalankan pada tahun ini, yakni menekan kasus di 2016 untuk sedapat mungkin terus berkurang di tahun 2017,” bebernya kepada wartawan di Mapolres Agam.

Dibandingkan dengan tahun 2015, sambungnya, jumlah tersebut mengalami penurunan. Diketahui pada tahun 2015 jumlah kecelakaan mencapai 195 kasus. Rinciannya, korban meninggal dunia sebanyak 42 orang, luka berat 20 orang, luka ringan 283 orang dan kerugian materil sekitar Rp 307,7 juta.

“Kasus kecelakaan lalu lintas di Agam umumnya melibatkan kendaraan roda dua dengan pengemudi beragam mulai dari anak di bawah umur sampai dewasa,” ungkapnya.

Menurut Julisman, ada berbagai faktor yang menyebabkan terjadinya kasus kecelakaan di Agam, diantaranya karena jalan berukuran kecil sementara intensitas kendaraan cukup padat disertai kondisi jalan masih ada yang rusak. Selain itu, masih tingginya jumlah pelanggaran lalulintas seperti pengendara ugal-ugalan dan tidak memakai pengaman kepala.

Baca Juga :  Usai Curi Rokok, Farfum dan Handbody, 2 Pemuda Ini Diciduk Polisi

“Adapun daerah yang tergolong rawan kecelakaan diantaranya Kecamatan Ampeknagari, Tanjungmutiara, Lubukbasung dan Palembayan,” imbuhnya.

Untuk meminimalisasir kasus kecelakaan lalu lintas di wilayah hukum Polres Agam, pihaknya telah berulang kali memberikan sosialisasi kepada pelajar dan masyarakat. “Kesadaran dari masyarakat dalam mematuhi tatatertib lalulintas masih kurang yangbberdampak dengan cukup tingginya jumlah kasus kecelakaan lalu lintas,” ujarnya.

Julisman menyebut pihaknya juga menjalin kerjasama dengan pihak sekolah agar melarang siswanya membawa kendaraan ke sekolah. “Kendati sudah diterapkan, dalam beberapa kali razia yang digelar, petugas masih menemukan pelajar yang menggunakan seragam sekolah naik motor, parahnya juga tidak menggunakan helm,” tegasnya. [Loni Hendri]

Bagikan:
Tags: ,



Solok Selatan dalam Berita

No Responses


close