40 Unit Rumah Di Pessel Terancam Ambruk

40 Unit Rumah Di Pessel Terancam Ambruk
Tampak warga dan juga kondisi rumah mereka yang dihantam abrasi.
Bagikan:

PESISIR SELATAN, RedaksiSumbar.com – Sebanyak 40 unit rumah di pantai Muaro Kandis, Nagari Muaro Kandis Punggasan, Kecamatan Linggo Saribaganti, Kabupaten Pesisir Selatan terancam hancur dihantam pasang surut air laut (abrasi). Dua unit rumah diantaranya sudah hancur lebur.

“Dua rumah tersebut milik Milis (60) dan Idep (35). Sekarang, kedua keluarga itu sudah diungsikan ke rumah warga lainnya,” kata Wali Nagari Muaro Kandis Punggasan, Elkamsi, Minggu (10/9/2017).

Selain itu dijelaskannya, masyarakatnya yang mayoritas nelayan itu sudah diancam abrasi semenjak tahun 2010 dan sudah menghancurkan lebih dari 20 unit rumah penduduk didaerah tersebut.

“Diakui, memang sudah ada bantuan dari BNPB berupa relokasi rumah warga, namun tidak semua warga yang mendapatkan bantuan relokasi itu,” terangnya.

Selain abrasi yang mengancam kata Elkamsi, juga ada hantaman aliran air muara sungai. Bahkan kikisan aliran sungai terhadap bibir sungai mencapai 50 meter perhari apalagi musim penghujan seperti sekarang ini.

“Dulu aliran airnya dua jalur, sekarang dijadikan satu, satunya lagi sudah ditutup. Jadi dengan tekanan air jika hujan bisa mengikis sampai satu meter perhari. Muka belakang mengancam pemukiman warga kami, dari depan ombak dari belakang air sungai,” lebih jelasnya.

Ia berharap ada respon dari pemerintah,terkait persoalan abrasi ini. Agar, tidak menimbulkan kerugian yang besar bagi masyarakat.

“Kami tentu sangat berharap Pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan dan Provinsi Sumatera Barat segera turun kelapangan untuk melihat kondisi saat ini, serta ada solusi yang tepat untuk warga,” harapnya.

Sementara Anggota DPRD Sumbar Dapil Pessel-Mentawai saat peninjauan kelapangan pada Sabtu 9 september 2017, mendesak pemerintah hadir dalam pesoalan itu. Sebab kondisi terkini dilokasi sangat memprihatinkan.

“Saya juga sudah sampaikan saat paripurna di DPRD, ini kondisi sudah sangat parah pemerintah harus segera memberikan bantuan dan pertolongan apakah itu lewat BPBD Kabupaten dan Provinsi atau melalui PSDA kabupaten dan Provinsi. Ini tidak bisa dibiarkan berlarut-larut,” tegasnya.

Syaiful menilai pemasangan berupa batu ceti atau batu pemecah ombak akan sangat cocok di Muaro Kandis sehingga rumah masyarakat terlindungi dari abrasi. “Solusinya pemasangan batu pemecah ombak dari pantai hingga batang sungai disekitar muaro,” sebutnya.

Namun untuk saat ini katanya, pemerintah bisa saja melakukan kunjungan, apakah itu melalui Dinas Sosial untuk memberikan dukungan moril kepada korban abrasi. “Pemerintah seharusnya mengambil langkah cepat atas persoalan ini,” tutup Syaiful. [Rega Desfinal]

Bagikan:
Tags: , ,
Loading...

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Tinggalkan Balasan