6 Siswa MAN 3 Padang Ikuti “Jakarta Open Pencak Silat Championship 2017” | Redaksi Sumbar

6 Siswa MAN 3 Padang Ikuti “Jakarta Open Pencak Silat Championship 2017”

6 Siswa MAN 3 Padang Ikuti “Jakarta Open Pencak Silat Championship 2017” Dibaca : 1180 Kali
Bagikan:

PADANG, RedaksiSumbar.com- Sebagai wujud kepedulian dalam dunia olahraga, sebanyak enam peserta didik Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 3 Padang dilepas secara resmi oleh Kepala Kantor Kementerian Agama (Kakan Kemenag) Kota Padang, Japeri pada Senin (6/2/’17) siang sekitar pukul 13.00 WIB dalam turnamen “Jakarta Open Pencak Silat Championship 2017” tingkat Asia Tenggara yang digelar di Ciracas, Jakarta Timur pada 8 – 11 Februari 2017.

Ke-enam peserta didik tersebut adalah Hifzan Fikri (17) akan bertanding di kelas A putra, Anggun Chania (16) bertanding di kelas B putri, Ismi Khatul Jannah (16) kelas A putri, Khairul Amri (18) pada kelas E putra, Surya Halim (18) kelas F putra, dan Tiovan Putra Bimantara (17) pada kelas G putra.

Ke-enam siswa yang menjadi andalan di Cabang Olahraga Beladiri Silat di Madrasah pimpinan Afrizal ini akan bersaing dengan sejumlah negara tetangga, seperti Malaysia, Singapura, Thailand, dan Vietnam untuk memperebutkan sejumlah medali. Meskipun baru pertama kali mengikuti turnamen tahunan tersebut, Kepala MAN 3 Padang, Afrizal optimis anak didiknya mampu menyabet medali dan gelar juara pada kegiatan tersebut.

“Enam pesilat ini merupakan peraih medali pada beberapa iven serupa pada tingkat provinsi. Sangat sayang sekali rasanya, jika kami tidak mengikutsertakan mereka untuk memperlihatkan kemampuannya dihadapan para lawan yang berasal dari berbagai negara tersebut. Terlebih mereka juga telah berlatih setiap hari secara intensif di bawah perguruan Tangan Mas. Kami akan berangkat pada hari  Selasa (7/2/’17, Red) dimana saya langsung turun untuk mendampingi mereka,” papar pria nan kerap disapa Abah tersebut.

Kakan Kemenag Kota Padang, Japeri mengatakan bahwa dalam setiap pertandingan, masing-masing lawan tidak bisa saling mengukur kekuatan. Berbeda dengan perang yang memiliki intelijen untuk mengetahui kelemahan musuh. “Pada perlombaan tidak mengenal seperti itu, kita tidak pernah mengenal variabel jenis silat dan metoda apa yang akan digunakan oleh lawan,” ucap Japeri.

Baca Juga :  Ribut, Seorang Pemuda Ditusuk Temannya Sendiri

Ia menekankan kepada enam peserta didik yang akan mengikuti kejuaraan tingkat regional tersebut bahwa dalam pertandingan, lawan tetaplah menjadi seorang lawan. “Jika lawan dianggap enteng, maka musuh akan mudah menumbangkan kita. Jangan pernah ragu dan takut, kalian harus percaya diri. Karena dengan demikian dapat memacu semangat kalian dan keyakinan akan kemampuan. Saya berharap kalian dapat menunjukkan penampilan terbaik dan bertanding secara total,” tuturnya.

Ke-enam peserta juga diminta untuk bersikap disiplin. Pertandingan dan latihan tidaklah sama. “Jangan sampai tersulut emosi, karena jika emosi sudah terpancing, konsentrasi akan hilang dan untuk mengambil keputusan juga menjadi ragu-ragu. Itu adalah celah yang akan digunakan oleh lawan. Jaga pola makanan dan hindari begadang agar tetap fit selama perlombaan berlangsung,” tutup Japeri.

[adl]

Bagikan:
Tags: , ,
Solok Selatan dalam Berita

No Responses


close