720 Hari, PT. MAM Energindo Bangun RSUD Jambak

720 Hari, PT. MAM Energindo Bangun RSUD Jambak
Bupati Pasaman Barat, H. Syahiran sedang meletakkan batu pertama pembangunan RSUD Jambak. (bisri batubara)
Bagikan:




PASAMAN BARAT, RedaksiSumbar.com – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Jambak, Kabupaten Pasaman Barat, Provinsi Sumatera Barat dibangun setaraf nasional dengan anggaran Rp. 134 milyar.

Buktinya, pembangunan ini dimulai dengan acara peletakan batu pertama oleh Bupati Pasaman Barat H. Syahiran didampingi Wakil Bupati Pasaman Barat H. Yulianto bersama Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) serta kepala OPD Kabupaten Pasaman Barat, Senin (27/8/2018).

Poto bersama Forkopimda Pasbar saat peletakan batu pertama pembangunan RSUD Jambak. (bisri batubara)

“Pembangunan ini, bukti keseriusan Pemkab bersama DPRD Pasaman Barat dalam meningkatkan pelayanan keaehatan bagi masyarakat di Kabupaten Pasaman Barat,” kata Bupati H. Syahiran saat memberikan kata sambutan sebelum peletakan batu pertama dimulai.

Ditegaskan Bupati, pihaknya bersama DPRD akan terus membuat anggaran dalam meningkatkan pembangunan rumah sakit sampai ketingkat bawah.

“Status rumah sakit ini terus kita upayakan naik. Tentunya dengan membenahi gedung pelayanan dan sarana penunjang kesehatan. Secara bertahap akan kita tingkatkan,” ujarnya.

Pada tahun 2019 nanti kata Syahira, Pasaman Barat harus lepas dari status tertinggal. Inilah salah satu indikator yang terus dibenahi yaitu sektor kesehatan serta sektor lainnya.

Dalam hal ini, Syahiran berharap agar masyarakat dapat mendukung pembangunan RSUD ini sampai selesai tanpa ada masalah.

“Kepada pihak rekanan agar serius dan bekerja sesuai aturan serta benar-benar memperhatikan kualitas bangunan. Selain itu juga memperhatikan lingkungan sekitarnya untuk kelancaran pembangunan,” pintanya.

Disamping itu, Ketua DPRD Pasaman Barat, Daliyus K mengatakan bahwa pembangunan RSUD Jambak dan RS Pratama Ujung Gading adalah bukti nyata kerja sama antara Pemkab dengan DPRD Pasbar. Karena, untuk masyarakat apapun dilakukan.

“Kami selalu serius untuk kepentingan masyarakat. Jika itu penting untuk masyarakat maka DPRD akan mendukung dalam penyusunan anggaran,” tukasnya.

Ia menilai dengan adanya bangunan kesehatan yang layak maka pelayanan kesehatan akan bisa ditingkatkan.

“Kepada rekanan yang mengerjakan agar memperhatikan kualitas bangunan karena bangunan ini akan dipakai untuk masyarakat,” harapnya.

Tampak pakai Jas Putih Direktur RSUD Jambak Dr. Budi Sujono bersama Direktur Tekhnik PT. MAM Energindo, Hendri. ST di lokasi acara saat wawancara dengan awak media. (bisri batubara)

Sebelumnya dikatakan salah satu tokoh masyarakat setempat yang juga anggota DPRD Pasaman Barat dari Fraksi PDI Perjuangan, Dedi Lesmana, berharap agar pihak perusahaan yang mengerjakan memperhatikan aspek lingkungan sekitar.

“Perhatikan lingkungan sekitar agar pembangunan ini jangan hendaknya merusak lingkungan sekitar. Karena, yang akan menanggung akibatnya adalah masyarakat sendiri,” ujarnya.

Pihaknya juga berharap agar memakai tenaga kerja lokal atau masyarakat sekitar sesuai kemampuan yang ada.

“Mari kita jalin silaturrahmi dan perhatikan kualitas bangunan. Karena, bangunan RSUD ini akan dinikmati masyarakat Pasaman Barat,” tegasnya.

Secara terpisah, Direktur Teknik PT Mam Energindo, Hendri didampingi Kepala RSUD Jambak, Budi Sujono, kepada media mengatakan bahwa pembangunan RSUD Jambak ini tiga lantai dengan anggaran lebih kurang Rp134 milyar.

“Pembangunan ini akan memperkerjakan minimal 100 orang tenaga kerja yang ada dan melibatkan warga sekitar,” katanya.

Pihaknya berharap dukungan semua pihak untuk kelancaran pembangunan RSUD Jambak.

“Kontrak kerja pembangunan RSUD selama 720 hari dan dikerjakan tahun jamak. Namun sampai Desember 2018 ini kita menargetkan gedung rawat jalan selesai. Kami mohon dukungan semua pihak untuk kelancarannya,” katanya. (Red)




Bagikan:
Topik: , , ,
Loading...