Agar Amukan Harimau Tak Terulang, BKSDA Minta Warga Jauhi Cagar Alam

Agar Amukan Harimau Tak Terulang, BKSDA Minta Warga Jauhi Cagar Alam
Ilustrasi.
Bagikan:




AGAM, RedaksiSumbar.com – Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kabupaten Agam, mengingatkan warga agar tidak mengembalakan ternaknya di kawasan Hutan Cagar alam, hal tersebut untuk mengindari ternak mereka dari serangan binatang buas.

Kepala BKSDA Resor Agam, Syahrial Tanjung Minggu, (5/3) mengatakan, diharapkan masyarakat agar tidak mengganggu habitat binatang buas, seperti merusak hutan, berburu, maupun mengembalakan hewan ternaknya di hutan, sebab akan sangat berbahaya.

Dikatakan Syahrial, pihaknya sudah menyampaikan langsung himbauan ini kepada masyarakat maupun  pemilik ternak pada sejumlah wilayah yang dinilai rentan, semoga hal ini bisa dipahami dengan baik.

Beberapa waktu terakhir sudah 4 ekor ternak kerbau yang mati diduga akibat dimangsa harimau sumatera.

“Kawasan cagar alam itu merupakan habitat harimau sumatera, akan lebih baik lagi jika ternaknya diikat disekitar rumah, sehingga lebih aman,” katanya.

Kejadian pertama, terjadi di Cubadak Lilin, Nagari Baringin, Kecamatan Palembayan pada Rabu (22/2), yang mana pada saat itu, tiga ekor kerbau warga mati diduga akibat dimangsa harimau. Sementara kejadian kedua di Sungai Buluh, Nagari Tigo Balai, Kecamatan Matur pada Rabu (1/3), satu ekor kerbau warga juga ditemukan mati terkoyak.

Menurutnya, dari hasil survei yang dilakukan tim BKSDA di lapangan, selain binatang buas, pada kawasan cagar alam terdapat banyak hewan yang berbahaya, dan dilingungi seperti, trenggiling, burung enggang, burung kuau, elang, kucing emas, kucing hutan, siamang,
harimau dahan, landak, rusa, kijang dan kancil. [Loni Hendri].

Bagikan:
Tags: , ,
Loading...

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Tinggalkan Balasan