Ahli Waris Karyawan PT PMJ Terima Santunan BPJS Ketenagakerjaan | Redaksi Sumbar

Ahli Waris Karyawan PT PMJ Terima Santunan BPJS Ketenagakerjaan

Ahli Waris Karyawan PT PMJ Terima Santunan BPJS Ketenagakerjaan
Kepala Kantor BPJS Ketenagakerjaan Cabang Bukittinggi, Brahma Dewobroto (kedua dari kiri) didampingi HRR Manager Wilmar Group Regional Sumbar, Bambang Wiguritno (kiri) menyerahkan santunan kepada dua ahli waris PT PMJ di Tapian Kandis, Kecamatan Palembayan, Senin (5/6/2017).
Dibaca : 490 Kali
Bagikan:

AGAM, RedaksiSumbar.com – Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan Cabang Bukittinggi, menyalurkan santunan senilai Rp 181 juta untuk dua karyawan PT Primatama Mulia Jaya (PT PMJ). Santunan tersebut diterima langsung oleh istri korban karyawan kecelakaan, Suharni, dan Tati selaku ahli waris Iddah karyawan yang telah meninggal dunia.

Penyerahan jaminan kerja itu dilakukan di Kantor Wilmar Group Regional Sumbar di Jorong Tapian Kandis, Nagari Selareh Aia, Kecamatan Palembayan, Kabupaten Agam, Senin (5/6). Penyerahan secara simbolis dipimpin langsung oleh Kepala Kantor BPJS Ketenagaakerjaan Cabang Bukittinggi, Brahma Dewobroto didampingi HRR Manager Wilmar Group Regional Sumbar, Bambang Wiguritno.

Adapun, santunan yang diterima tersebut meliputi empat program yakni Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK), Jaminan Hari Tua (JHT), Jaminan Pensiun (JP) dan Jaminan Kematian (JK).

Melalui rilis resmi yang diterima RedaksiSumbar.com disebutkan,  Salamun, 34, warga Kinali, Pasaman Barat ini meninggalkan seorang istri (Suharni) dan dua orang anak. Karyawan PT Primatama Mulia Jaya (PT PMJ) yang meninggal pada awal Februari lalu ini mengalami kecelakaan lalu lintas saat berangkat menuju perkebunan sawit tempatnya biasa bekerja.

Atas musibah itu, santunan yang didapat oleh keluarga Suharni berjumlah total Rp 132.334.580, terdiri dari jaminan hai tua (JHT) sebesar Rp 17.690.380, jaminan kecelakaan kerja (JKK) sebesar Rp 113.366.400 dan Jaminan Pensiun secara berkala sebesar empat kali Rp 319.450.

Sementara itu, karyawan PT PMJ lainnya, Idaih, 37, diketahui meninggal dunia karena sakit. Almarhum yang berdomisili di komplek PT PMJ ini meninggalkan seorang istri (Tati) dan seorang anak. Untuk itu, santunan yang diterima oleh keluarga Tati berjumlah Rp 49.095.100. Meliputi; jaminan hari tua (JHT) sebesar Rp 11.497.800, jaminan kematian (JK) sebesar Rp 36.000.000, ditambah jaminan pensiun (JP) lima kali Rp 319.450. Paket santunan itu sudah termasuk santunan beasiswa untuk satu orang anak Suharni dan Tati. ke depannya, kedua ahli waris ini juga akan tetap menerima JP tiap bulan sebesar Rp 319.450.

Baca Juga :  Armensyah : Jembatan Gantung Penghubung Mato Aia Dan Benteing Segera Tuntas 2017

“Uang yang diserahkan kepada keluarga korban bukan untuk mengganti nyawa almarhum telah meninggal. Namun, setidaknya dapat dimanfaatkan demi kesejahteraan hidup keluarga yang ditinggalkan. Ini juga sebagai bukti kepedulian pemerintah dalam masalah sosial yang berkaitan dengan keselamatan kerja,” kata Kepala Kantor BPJS TK Cabang Bukittinggi Brahma Dewobroto.

Sesuai ketentuan, lanjut Brahma, beasiswa pendidikan hanya dapat diberikan kepada satu orang anak dari tenaga kerja yang meninggal. Syarat itu berlaku jika perusahaan selalu membayarkan iuran secara rutin selama satu tahun terakhir sebelum terjadinya musibah.

“Kami mengapresiasi pihak perusahaan yang sudah membayar iuran secara rutin. Jika saja sempat tak dibayar sekali dalam satu tahun berjalan maka manfaat ini tidak dapat dibayarkan,” ungkapnya.

Atas pemberian dana santunan itu, dia berharap keluarga yang ditinggalkan dapat membuka lembaran kehidupan yang baru. Kehilangan kepala keluarga diharapkan tidak membuat ahli waris berputus asa dan menjadi keluarga yang masuk dalam kategori tidak mampu. “Semoga dapat dimanfaatkan untuk modal usaha,” tuturnya.

Dia menjelaskan, jaminan kecelakaan kerja adalah salah satu program yang diselenggarakan oleh BPJS Ketenagakerjaan. “Jika seorang pekerja mengalami kecelakaan kerja dan berakibat meninggal dunia, maka ahli waris berhak mendapat santunan sebesar 48 kali dari gaji yang dilaporkan perusahaan ke BPJS Ketenagakerjaan,” katanya pula.

Suharni dan Tati merasa sangat bersyukur atas apa yang telah diterimanya itu. “Kami sangat berterima kasih kepada prusahaan karena telah mendaftarkan suami kami jadi pserta BPJS Ketenagakerjaan. Semoga uang ini akan membantu prekonomian kami dan biaya sekolah anak,” ucap Suharni diamini Tati.

Hal senada disampaikan HRR Manager Wilmar Group Regional Sumbar, Bambang Wiguritno. Dengan adanya jaminan kerja dari BPJS Ketenagakerjaan, dia berharap agar ke depan kasus kecelakaan kerja dapat diminimalisir, sehingga pekerja dapat lebih tenang dalam bekerja.

Baca Juga :  Laporan Masyarakat, Polisi Ringkus Remaja Penyalahguna Narkotika

“Sesuai slogan jaminan kerjaku oleh BPJS Ketenagakerjaan, jika jaminan kerja terjamin, tentu para karyawan tidak waswas menatap masa depan,” singkatnya.[Loni Hendri]

Bagikan:
Tags: , , ,
Solok Selatan dalam Berita

No Responses


close