AJI Medan Sayangkan Penjemputan Paksa 2 Jurnalis

AJI Medan Sayangkan Penjemputan Paksa 2 Jurnalis
Logo AJI. (Dok: aji.or.id)
Bagikan:

MEDAN, RedaksiSumbar.com Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Medan, Sumatera Utara menyayangkan sikap dari petugas kepolisian yang menjemput paksa Jon Roi Tua Purba dan Lindung Silaban, Jurnalis media dalam jaringan (daring) sorotdaerah.com pada Selasa, 6 Maret 2018 kemarin.

Kedua awak media tersebut diamankan oleh personil Subdit II Cyber Crime Polda Sumut terkait dugaan pemberitaan penerimaan gratifikasi oleh Kapolda Sumut Irjen Pol Paulus Waterpauw dari Pengusaha Mujianto

Jon Roi Tua Purba sempat menanyakan tentang surat tugas lalu mereka menunjukkan surat tugas untuk menjemputnya guna diperiksa atas berita di sorotdaerah.com terkait dugaan penerimaan gratifikasi oleh Kapolda Sumut Irjen Pol Paulus Waterpauw dari Pengusaha Mujianto.

Menurut keterangan Jon, di dalam surat tugas penjemputan tidak ada disebutkan namanya.

“Saat hendak dibawa ke Polres Pematangsiantar, saya membawa berkas-berkas perizinan media online sorotdaerah.com. Selang lima menit di Polres Pematangsiantar, kemudian kami dibawa ke Polda Sumut dan tiba pukul 05.30 WIB. Saya diperiksa sebagai pengelola media daring sorotdaerah.com dari pukul 11.00 20.30 WIB. Selama diperiksa, barang-barang saya berupa dua unit telepon genggam, dan satu unit laptop disita petugas,” paparnya.

Sedangkan Lindung Silaban, terang Jon dijemput petugas dari Polda Sumut pada Selasa 6 Maret 2018 pukul 21.00 WIB. Lindung diperiksa sebagai Pemimpin Redaksi dan media daring sorotdaerah.com.

Menurut Lindung, berita tersebut merupakan berita rilis dari jurnalis di Polda Sumut. Saat menerima rilis tersebut dirinya mengaku sempat menghubungi Muslim Muis yang menjadi narasumber di dalam berita dan dibenarkannya.

“Saya juga sudah melakukan konfirmasi ke Kabid Humas Polda Sumut, Kombes Pol Rina Sari Ginting. Konfirmasi tersebut juga sudah ditulis dalam berita yang sama. Sedangkan Kapolda Sumut, Irjen Pol Paulus Waterpauw tidak merespon panggilan telepon maupun tanggapan saat dihubungi di nomor selulernya,” tutur Lindung.

Hingga berita ini diturunkan, laman berita sorotdaerah.com sudah tidak bisa lagi diakses dan diduga telah dilakukan pemblokiran akses oleh Polda Sumut. Sejak dijemput paksa hingga kini, kedua jurnalis itu belum diperbolehkan pulang dan masih menjalani pemeriksaan di ruang penyidik Ditreskrimsus Polda Sumut. [Red]




Bagikan:
Topik: , , ,
Loading...