Alami Pencemaran, Penjualan Pensi di Maninjau Stabil

Alami Pencemaran, Penjualan Pensi di Maninjau Stabil
Salah satu olahan pensi pedagang di sekitar Danau Maninjau. (Dok: Erison J Dkambari)
Bagikan:




AGAM, RedaksiSumbar,com – Meksipun mengalami pencemaran, namun penjualan kerang kecil air tawar atau yang lebih dikenal dengan sebutan pensi di Danau Maninjau tetap stabil.

Bahkan nelayan bisa mendapatkan pensi antara 15 hingga 20 liter per hari. Hal tersebut diakui oleh Wali Nagari II Koto, Kecamatan Tanjung Raya, Joni Safri.

Disebutkannya, penjualan pensi sudah mengalami peningkatan sejak satu bulan terakhir ini.

“Peningkatan ini salah satu penyebabnya adalah mulai banyaknya masyarakat setempat yang selama ini jadi petani Keramba Jaring Apung (KJA) beralih menjadi nelayan pensi,” kata Joni, Kamis, 22 Februari 2018.

Meningkatnya jumlah pensi di danau juga berpengaruh besar terhadap harga jual di pasaran. Sekitar dua bulan lalu para nelayan menjual pensi mentah dengan harga Rp10 ribu per liter, namun sekarang sudah turun menjadi, Rp7 ribu per liter.

“Selain dijual, biasanya mereka olah untuk dikonsumsi bersama keluarga. Para nelayan menangkap pensi dengan jaring tangan (tangguak, red) ataupun menggunakan sampan,” imbuhnya.

Seperti dinukil dari laman aet.com, pensi merupakan jenis kerang endemis yang banyak hidup di dasar Danau Maninjau. Ukurannya kecil dan kulit atau cangkangnya berwarna hitam, ada juga hitam kekuning-kuningan.

Oleh nelayan setempat, pensi ditangkap dari dasar danau dengan menggunakan tangguak. Menangkapnya cukup dilakukan dari atas sampan tradisional.

Penangkapan biasanya dilakukan setelah subuh sampai matahari mulai muncul. Kemudian tangkapan di bawa pulang untuk diolah.

Pengolahan menggunakan berbagai rempah, seperti daun seledri, bawang, serta lengkuas. Umumnya Pensi diolah dengan kuah berlimpah lalu ditumis. [JNS]

Berita terkait : KJA Maninjau Disulap Jadi Kolam Nila




Bagikan:
Topik: , , ,
Loading...