Angka Laka Lantas di Pasbar Turun

Angka Laka Lantas di Pasbar Turun
Kasat Lantas Polres Pasbar, Iptu Ghanda Novidiningrat Gunawan. (Istimewa)
Bagikan:




PASAMAN BARAT, RedaksiSumbar.com – Angka kecelakaan lalu lintas di Kabupaten Pasaman Barat, Sumbar pada Januari sampai Maret 2018 mengalami penurunan berdasarkan data Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Pasaman Barat.

Data tersebut menyebutkan, ada 72 kecelakaan dengan rincian pada bulan Januari sebanyak 28 kecelakaan, Februari sebanyak 23 kecelakaan dan Maret sebanyak 21.

“Berdasarkan data kecelakaan paling banyak dominan dipegang kendaraan roda dua, kemudian disusul mobil,” kata Kasat Lantas Polres Pasbar, Iptu Ghanda Novidiningrat Gunawan, Senin, 9 April 2018.

Selama Januari 2018, terjadi 28 kecelakaan yang terdiri dari 6 orang meninggal dunia, 10 orang luka berat dan 21 orang luka ringan. Total kerugian materil sejumlah Rp59.950.000.

Seterusnya pada bulan Februari 2018, terjadi 23 kecelakaan yang terdiri dari lima orang meninggal dunia, sstu orang luka berat dan 30 orang luka ringan. Total kerugian materil Rp32, 8 juta.

Seterusnya pada bulan Maret 2018, terjadi 21 kecelakaan yang terdiri dari enam orang meninggal dunia, empat orang luka berat dan 25 orang luka ringan. Total kerugian materil Rp84.950.000.

Dijelaskan Ghanda, untuk menurunkan angka lakalantas di wilayah hukum polres Pasaman Barat, berbagai upaya sudah dilakukan.

Salah satunya menggelar razia kendaraan bermotor hingga penempatan satlantas pada titik rawan.

Selain itu Satlantas Polres Pasaman Barat juga rutin melakukan patroli dan melakukan sosialisasi langsung di masyarakat maupun sekolah-sekolah.

“Tentu upaya menekan terjadinya lakalantas secara intensif dan berkelanjutan kita lakukan sesuai tupoksi dan program kerja Satlantas, pasti kita juga tak henti-hentinya menghimbau masyarakat taat, patuh serta tertib berkendaraan dan berlalu lintas dijalan,” katanya.

Kepada pemilik kendaraan angkutan barang baik itu Tandan Buah Segar (TBS) kelapa sawit maupun yang lainnya dirinya mengimbau agar selalu menggunakan jaring pengaman pada kendraan. Agar, aman dari bahaya dijalan raya.

“Jaring pengaman untuk angkutan barang harus selalu ada, demi keselamatan pengendara di jalan raya,” tegas Ghanda. [BIS]

 

 




Bagikan:
Topik: , ,
Loading...