Babinsa, Koramil Serta Dandim, Garda Terdepan Pencapaian Swasembada Pangan

Babinsa, Koramil Serta Dandim, Garda Terdepan Pencapaian Swasembada Pangan
ket.foto :  Terlihat, Dirjen Kementerian Tanaman Pangan dan Holtikultura, Kasiter 032 Wirabraja, Dandim, Kepala Dinas Tanaman Pangan Provinsi Sumbar dan Kabupaten Pessel mencoba alat tanam padi.
Bagikan:




PESISIR SELATAN, RedaksiSumbar.com – Kementerian Pertanian Pangan dan Holtikuktural Republik Indonesia melalui Dirjen Pertanian Pangan Kementan Dr. Widi Hariyono, M.Sc mengungkapkan, bahwa pencapaian swasembada pangan (padi) di Indonesia dan di daerah tidak terlepas dari peran aktif Babinsa, Koramil dan Dandim sebagai garda terdepan dalam melakukan pendampingan dan pembinaan pada kelompok tani.

“Kerjasama dengan pihak terkait juga penting dalam peningkatan swasembada pangan,” ujar Widi Hariyono saat menghadiri acara Tanam Padi Serentak Dalam Rangka Percepatan Pencapaian Target Luas Tanam di Wilayah Kabupaten Pessel Tahun 2017, Senin (13/2/2017).

Dikatakannya, dari beberapa kabupaten/kota yang berada di bawah tanggung jawabnya, Kabupaten Pesisir Selatan adalah Kabupaten yang menggunakan alat tanam padi dengan bantuan peralatan. Dan ini harus bisa dimanfaatkan sebaik-baiknya agar bisa mendapatkan nilai ekonomi yang lebih baik.

“Kita harapkan hasil panen Kabupaten Pessel bisa melebihi target,” katanya penuh semangat.

Hadir dalam acara siang itu, Danrem 032 Wirabraja diwakili Kasiter Let. Inf. Asep, Kepala Dinas Pertanian Pangan dan Holtikultura Padang, Dandim 0311 Pessel, Letkol. Inf. Setiya Asmara, S.I.P, Asisten I Drs.Yunasri, M.M, Kadis Pertanian Pangan dan Holtikultura Pessel Dr. Jum Sutrisno, Camat Bayang, Wali Nagari Koto Berapak, Kelompok Tani serta masyarakat setempat.

Wali Nagari Koto Barapak Nasri, S.H mengatakan, ada tiga kelompok tani yang dilibatkan dalam tanam padi serentak, yakni Kelompok Tani Langgung, Kelompok Tani Banda Gadang serta Kelompok Tani Banda Kecik. Dengan total lahan lebih kurang 102 hektar.

“Kita harapkan perhatian dan bantuan dari pemerintah daerah atau provinsi untuk peningkatan hasil tanam para petani,” jelasnya.

Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Holtikultura Kabupaten Pesisir Selatan Dr. Jumsutrisno mengatakan, pemerintah daerah sekarang ini tetap akan fokus dalam mendukung pencapaian swasembada pangan. Bahkan, Bupati Pesisir Selatan juga akan mengembangkan beras asli Pessel yang dinamakan “Rajo Pasisie”.

“Kita bersama penyuluh lapangan akan siap turun ke sawah membantu petani,” tuturnya.

Kasiter 032 Wirabraja Kol. Inf. Asep, M.M menjelaskan, akhir Januari 2017 ini, Kementan RI telah berhasil mengekspor beras ke Srilangka sebanyak 100 ton. Pencapaian ini tak lepas dari peran aktif kita semua seperti Babinsa, Danramil serta Dandim.

“Berikan hal terbaik untuk kita semua dan lanjutkan apa yang sudah kita lakukan,” tegasnya.

Sementera itu, Bupati Pessel Hendrajoni yang diwakili Asisten I Pemkab Pessel Drs. Yunasri, M.M mengatakan, Pemkab Pessel tetap akan komit dan siap mendukung pencapaian swasembada pangan di Kabupaten Pesisir Selatan.

“Salam Pessel Maju. Ini bisa menjadikan semangat di tahun 2017. Kab. Pessel fokus pada tahun 2017 ini melakukan pembangunan irigasi Tarusan Selatan. Dan itu sudah selesai dikerjakan,” tuturnya.

Ia berharap kepada para petani, 15 hari usai panen petani tetap bisa turun ke sawah. Dan tetap menggunakan benih subsidi tentu saja dengan harga yang murah, dan bisa membantu peningkatan ekonomi para petani nantinya. [Irfan Galang]

 

Bagikan:
Tags: ,
Loading...

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Tinggalkan Balasan