BMKG: Sesar Sianok Kembali Berguncang, Kedalaman 10 KM, dirasakan di Agam dan Pasaman | Redaksi Sumbar

BMKG: Sesar Sianok Kembali Berguncang, Kedalaman 10 KM, dirasakan di Agam dan Pasaman

BMKG: Sesar Sianok Kembali Berguncang, Kedalaman 10 KM, dirasakan di Agam dan Pasaman Dibaca : 875 Kali
Bagikan:

AGAM, RedaksiSumbar.com РWilayah Agam kembali diguncang gempabumi tektonik berkekuatan 3,6 Skala Richter  (SR) Senin malam (10/4) sekitar pukul 20:23 WIB. Hasil analisis BMKG Stasiun Padangpanjang menunjukkan bahwa gempabumi tersebut berpusat pada 0.13 LS dan 100.20 BT, tepatnya di darat 10 km Timur Laut Kabupaten Agam di kedalaman 10 km.

Kepala Stasiun Badan Meterologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Padang Panjang, Rahmat Triyono melalui rilis resminya menyebut hasil analisis peta tingkat guncangan (shake map) BMKG menunjukkan, dampak gempabumi berupa guncangan dirasakan di wilayah Kabupaten Agam pada skala intensitas I SIG BMKG atau I-II Modified Mercally Intensity (MMI) dan Kabupaten Pasaman pada skala II SIG BMKG (III MMI).

“Hasil monitoring BMKG hingga saat ini belum terjadi gempabumi susulan. Untuk itu masyarakat Kabupaten Agam dan Kabupaten Pasaman diimbau agar tetap tenang mengingat gempabumi yang terjadi tidak berpotensi tsunami,” ujarnya.

Gempabumi Agam yang terjadi ini, lanjutnya, merupakan jenis gempabumi dangkal yang dipicu oleh aktivitas sesar aktif. Secara tektonik, gempabumi Agam disebabkan oleh pergerakan sesar Sianok yang memiliki laju geser 2.3 cm pertahun.

Dilanjutkan Rahmat, catatan gempabumi di BMKG menunjukkan bahwa Pasaman juga pernah diguncang gempabumi berkekuatan 5,4 SR pada 10 Juli 2016 silam. Gempa itu dirasakan dengan intensitas IV skala MMI di Pasaman. Sementara di daerah lainnya seperti Bukittinggi, Padang Panjang dan area sekitarnya mengalami guncangan antara II – III MMI.

“Data kegempaan setempat memang menunjukkan bahwa wilayah Agam dan Pasaman termasuk kawasan dengan tingkat aktivitas kegempaan cukup tinggi. Hal ini disebabkan karena keberadaan sesar lokal di wilayah ini,” pungkasnya.

Dihubungi via ponselnya, Pejabat sementara (Pjs) Wali Nagari Sianok, Kecamatan IV Koto, Neti Hando mengaku tidak merasakan gempa tersebut. Dirinya juga tidak melihat ada warga dan tetangga sekitar yang keluar rumah pada saat pengumuman gempa tersebut.

Baca Juga :  Mahasiswa Tabrak Pensiunan PJKA

“Biasanya kalau ada gempa, warga sekitar sini selalu cepat keluar rumah dan mengambil langkah waspada. Bahkan gempa berpusat di Bengkulu sekalipun, jika diketahui merupakan sesar semangka, akan terasa sampai ke sini. Tebing Ngarai Sianok yang ambruk saja, warga pasti tahu dan waspada,” paparnya.

Secara terpisah, Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik (Kabid KL) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Agam, Hasrizal menyebut dengan pusat gempa yang dangkal menunjukkan pentingnya kewaspadaan dini masyarakat.

“Info BMKG menyebut kedalamannya 10 KM, artinya dangkal sekali untuk gempa darat. Kami akan segera tindaklanjuti informasi ini. Meskipun tidak dirasakan oleh warga sekitar sianok dan Bukittinggi, kami minta masyarakat makin waspada,” pintanya. [Loni Hendri]

Bagikan:
Tags:
Loading...
Solok Selatan dalam Berita

No Responses

Seo wordpress plugin by www.seowizard.org.

close