BPBD Pasbar Gelar Simulasi Penanganan Dan Penanggulangan Bencana Gempa Bumi Di SD Negeri 05 Sasak

BPBD Pasbar Gelar Simulasi Penanganan Dan Penanggulangan Bencana Gempa Bumi Di SD Negeri 05 Sasak
Sebelum simulasi, dilakukan dulu sosialisasi atau pemahaman kepada peserta simulasi bencana gempa bumi di Sasak. [Ist]
Bagikan:




“Utamakan keselamatan diri dan keluarga, serta ikuti petunjuk”

PASAMAN BARAT, RedaksiSumbar.com – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pasaman Barat, menggelar simulasi penanganan dan penangulangan bencana gempa bumi di Sasak, Kecamatan Sasak Ranah Pasisie, Kabupaten Pasaman Barat, Sumbar, Selasa (28/11/2017).

Kegiatan ini digelar berdasarkan Surat Keputusan Bupati Pasaman Barat Nomor 188.45/BUP-PASBAR/2017 tentang penunjukan panitia, narasumber, peserta simulasi penanganan dan penanggulangan bencana gempa bumi tahun 2017.

Kepala Badan BPBD Pasbar, Tri Wahluyo, SH.

Dalam sambutannya, ketua panitia acara yang juga menjabat sebagai Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Pasbar Drs. H. Setarman, mengatakan bahwa, kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas penyelenggara penanggulangan bencana di nagari.

Juga sebagai peningkatan pengetahuan Masyarakat, Guru dan Murid Sekolah Dasar SD Negeri 05 Sasak Ranah Pasisi, Perangkat Nagari dan Kecamatan Sasak Ranah Pasisia, serta terbangunnya budaya kesadaran masyarakat dalam pengurangan resiko bencana. Seterusnya, meningkatkan partisipasi dan peran serta multi pihak pemerintah dalam penyelenggaraan penanggulangan bencana.

Simulasi bencana alam gempa bumi terhadap guru dan murid SD Negeri 05 Sasak saat berada didalam ruangan. [ist]

“Peserta simulasi penanganan dan penanggulangan bencana gempa bumi ini adalah para guru dan murid SD Negeri 05 Sasak, masyarakat Sasak, perangkat Desa Tanggap Bencana (Destana) Sasak, Perangkat Nagari dan Kecamatan Sasak Ranah Pasisie yang jumlahnya 100 peserta,” sebut Setarman.

Selanjutnya, Kepala BPBD Pasaman Barat Tri Wahluyo. SH mengatakan kegiatan ini intinya untuk peningkatan kewaspadaan dan kesiapsiagaan terhadap bencana gempa bumi, apabila terjadi.

Sekretaris BPBD Pasbar, Heljeki Aulia.

“Utamakan keselamatan diri dan keluarga masing-masing. Larilah ketempat aman yang sudah ditentukan dan yang diarahkan oleh pemerintah setempat, seperti pihak nagari dan kecamatan. Karena, disetiap wilayah itu sudah ada rambu-rambu yang disiapkan dan jangan bawa barang berlebihan,” kata Wahluyo.

Disamping itu, Kepala BPBD Provinsi Sumbar diwakili Rumainur. SE mengatakan pemahaman pengurangan resiko bencana dan peranan relawan dalam perencanaan kesiapsiagaan keluarga itu sangat penting diterapkan dalam masyarakat, apalagi diwilayah seperti pesisir pantai ini.

Simulasi bencana gempa bumi oleh BPBD Pasbar di SD Negeri 05 Sasak diluar ruangan. [ist]

Dijelaskannya, simulasi bencana alam perlu dilakukan. Sebab, jumlah korban dari bencana tidak mesti karena besarnya frekuensi bencana, tetapi juga kesiapan dan pemahaman masyarakat yang masih kurang.

“Kalau sudah pernah melakukan simulasi setidaknya ada gambaran tindakan apa yang harus dilakukan saat terjadi bencana,” ujarnya.

Kabid penanganan dan penanggulangan bencana BPBD Pasbar, H. Setarman.

Dikatakannya, salah satu yang dilakukan saat terjadi bencana yaitu dengan memutus aliran listrik. Pasalnya arus listrik dapat mengakibatkan hubungan arus pendek, dan dikhwatirkan akan menyebar.

Dalam kegiatan itu, turut hadir, Dinas Kesehatan Pasaman Barat, Dinas Sosial Pasaman Barat, Search And Rescue (SAR) Wilayah Pasaman, TNI, Polri dan PMI. [Red]




Bagikan:
Topik: , , , , ,
Loading...