Bungker Jepang Bukik Cangang Ini Kondisinya Amat Memprihatinkan | Redaksi Sumbar

Bungker Jepang Bukik Cangang Ini Kondisinya Amat Memprihatinkan

Bungker Jepang Bukik Cangang Ini Kondisinya Amat Memprihatinkan Dibaca : 123 Kali
Bagikan:




Bukittinggi, RedaksiSumbar.com– Ternyata, di RT 2 RW 4, Kelurahan Bukit Cangang Kayu Ramang, Bukittinggi, tepatnya di belakang kantor PT Telkom, ada sebuah peninggalan sejarah yang menjadi bukti utuh masa pendudukan Jepang.

Peninggalan sejarah berupa bungker ini mempunyai fungsi berbeda dibanding lubang perlindungan lainnya, seperti Lubang Jepang maupun bungker Taluak yang murni sebagai basis pertahanan.

“Informasi yang saya peroleh dari almarhum Kakek saya, H Muhammad St Panduko, tempat ini merupakan pusat komunikasi Telegram Jepang,’’ ucap salah satu warga yang mengenal sejarah bungker tersebut, Kahar Mashur (52).

Pria yang karib disapa Pak Atum ini menambahkan, pembangunan bungker yang punya panjang sekitar 30 meter itu, dilakukan pada masa awal Jepang berkuasa pada tahun 1942.

‘’Di dalam, kita masih bisa menjumpai bekas kedudukan peralatan telegram Jepang. Sayangnya, alat-alatnya sendiri kemungkinan sudah dibawa saat mereka kalah perang,’’ kata pria paruh baya yang hobi memancing ini.

Bungker Bukik Cangang, punya 4 ruang, 2 besar dan 2 kecil. Yang besar, kata Pak Atum, bisa memuat 14 orang dan yang kecil bisa muat beberapa orang saja.

“Ada 4 x 5 meterlah ukuran yang besar. Dulu, kami sempat latihan silat di sana,’’ ujar Pak Atum.

Ketebalan dindingnya cukup lumayan, sekitar 40 cm dan punya 2 pintu masuk di barat dan timur.

Yang luar biasa, bungker ini punya kedalaman yang fantastis.” 5 meter dalamnya, ada tangganya menuju ke bawah,’’ lanjutnya.

Akibat ketebalan dan kedalamannya, Pak Atum mengklaim bungker telegram ini tahan jika diberondong peluru.

“Sudah pasti tahan dimitraliur atau di bom sekalipun,’’ katanya.

Sayangnya, saat ini kondisi bungker tersebut amat memperihatinkan. Tak ada sama sekali papan informasi di sekitar lokasi yang menunjukkan jika gundukan tanah sepanjang 30 meter itu merupakan peninggalan sejarah bernilai tinggi sehingga tak banyak yang mengetahui.

Baca Juga :  Jam Gadang Magnetnya Wisata Kota Bukittinggi

‘’Sekarang pintunya ditutupi seng, karena banyak yang buang sampah di sana. Selain itu, kita juga takut nanti jadi sarang ular,’’ ucapnya

Kondisi bungker yang memprihatinkan ini, kata Pak Atum sudah berlangsung sejak lama. Ia mengaku selama ini belum ada perhatian dari Pemerintah untuk membenahi kawasan ini.

“Saya berharap, bungker ini dijadikan situs cagar budaya karena nilai sejarahnya amat tinggi sehingga semua orang tahu jika ada bungker Jepang di Bukit Cangang,” pungkasnya.

Pantauan di lokasi,  terlihat satu pintu yang punya tinggi sekitar 1 meter dan menghadap ke arah jalan kecil didepannya, sudah tertutup dengan seng, sehingga tak bisa dimasuki. Pintu lainnya, terlihat menempel ke sebuah rumah.

Sedangkan di atas bungker, sudah penuh dengan semak-semak sehingga membuat bungker ini terlihat seperti gundukan tanah biasa yang mengakibatkan hanya segelintir orang di Bukittinggi yang mengetahui perihal bungker Telegram ini.

Sebenarnya cukup mudah menuju lokasi, dari Belakang Kantor Telkom, kita harus menyusuri jalan kecil bercor semen yang cukup menanjak namun bisa dilewati dengan sepeda motor. Setelah 50 meter, kita akan menemui gundukan tanah bersemak dan ditumbuhi pepohonan yang menjadi lokasi bungker. Namun, saat sampai di sana, mungkin kita tak terlalu sadar karena lokasinya cenderung tertutup. Sebaiknya, tanyakan juga ke warga sekitar agar tak keliru. (Adek) 

Bagikan:
Tags: , ,



No Responses

banner 750x100