Bupati Dharmasraya Harapkan Candi Padang Roco, Jadi Maskot Wisata Sumatara Barat | Redaksi Sumbar

Bupati Dharmasraya Harapkan Candi Padang Roco, Jadi Maskot Wisata Sumatara Barat

Bupati Dharmasraya Harapkan Candi Padang Roco, Jadi Maskot Wisata Sumatara Barat
foto - Tim redaksi
Dibaca : 1030 Kali
Bagikan:

DHARMASRAYA, RedaksiSumbar.com – Di aliran Sungai Batang Hari yang membelah Kabupaten Dharmasraya, Sumatera Barat, tersimpan sisa kejayaan peradaban masa lalu, berupa komplek candi zaman Hindu Budha pada zaman Melayu.

Komplek Candi Padang Roco, di Nagari Siguntur, Kecamatan Sitiung, dengan luas sekitar 4000 meter persegi ini, terdapat empat candi yang tingginya mencapai 8 metter, namun sejalan waktu, bekas kemegahanya hanya meninggalkan sisa-sisa bangunan candi, seperti tumpukan bata yang masih terus dilestarikan.

Candi Padang Roco sendiri berdiri pada tahun 1286, dan dulunya Kabupaten Dharmasraya sendiri dihuni oleh para pemeluk agama Hindu dan Budha, di bawah pimpinan Raja Tri Buana Mauli Warma Dewa.

Setelah berabad tahun hilang, Pemerintah Dharmasraya kembali menemukan Candi Padang Roco pada tahun 1986 dan dilakukan pemugaran kembali tahun 1992.

Di Kabupaten Dharmasraya sendiri terdapat empat candi, seperti Candi Pulau Sawah 1 dan Candi Pulau Sawah 2 dan juga ada Candi Maumbiak dan Candi Bukit Berhala.

Namun jauhnya lokasi menjadi satu permasalahan untuk menuju ke situs beradaban tersebut.

Menurut Rahmat, Staf Kantor Pelestarian Cagar Budaya Sumbar, Candi Padang Roco adalah peninggalan Kerajaan Suarna Bumi. Kerajaan ini yang berdiri pada tahun 1286 dan berakhir tahun 1347. Pada awalnya kerajaan ini dirajai oleh Tribuana Mauli Warma Dewa, sebelum kerajaan Adityawarman. Penemuan tahun 1830 abad ke 9 ini adalah bangunan sebagai tempat pemujaan atau tempat semedi orang Hindu Budha, di komplek Candi Roco ini ada 4 candi, Candi Padang Roco keasliannya lebih kurang 80 persen,”

“Komplek Candi Padang Roco sendiri mencapai 32 hektar, proses eskavasi bagian candi yang masih terkubur diperut bumi Dharmasraya ini masih terus dilakukan,” tuturnya.

Baca Juga :  Dharmasraya Gelar Lomba Cerita Rakyat

Pemerintah Kabupaten Dharmasraya melirik keberadaan situs ini dengan menyiapkan perencanaan dengan menjadikannya ikon pariwisata Minangkabau.

Menurut Sutan Riska Tuanku Kerajaan, Bupati Dharmasraya menuturkan, Pemerintah Kabupaten Dharmasraya dan DPRD tengah melakukan analisa peluang situs ini menjadi pariwisata sejarah dan budaya.

“Di sini ada 4 kerajaan, kami sedang menyusun bagaimana menarik wisata lokal dan nasional maupun internasional, kita juga meminta bantuan dari Kementerian Pariwisata dan Menteri PU untuk membuat kawasan wisata strategis nasional yang nantinya merupakan tangungjawab penuh Kementrian Pusat untuk melestarikan lagi Candi Padang Roco dengan harapan Prasasti Padang Roco berupa patung Bhairawa dan patung Amoghapasa yang ada di Museum  Nasional Indonesia di Jakarta atau dublikatnya bisa dikembalikan lagi ke Dharmasraya,” jelasnya.

Dharmasraya sendiri adalah salah satu kabupaten termuda di Sumatera Barat yang dikukuhkan tahun 2004 lalu. Kini negeri yang dikenal dengan ‘Ranah Cati nan Tigo’ itu membuka pintu bagi para wisatawan untuk datang menyaksikan sejuta pesona keindahan alam, budaya dan sejarah panjangnya untuk terus dilestarikan.

[Tim Redaksi]

Bagikan:
Tags: , ,
Solok Selatan dalam Berita

No Responses


close