Cemburu, Tukang Kayu Bunuh Rekan Kerja

Cemburu, Tukang Kayu Bunuh Rekan Kerja
Kapolres Solok Kota, AKBP Dony Setiawan didampingi Wakapolres, Kompol Sumintak memperlihatkan salah satu barang bukti kasus pembunuhan di Kota Solok. (Istimewa)
Bagikan:




SOLOK, RedaksiSumbar.com – Kasus pembunuhan yang berawal dari penemuan mayat laki-laki, yang dibungkus dalam karung plastik dan dikubur dalam salurang pembuangan tinja berhasil diungkap Polres Solok Kota.

Berawal pada hari Minggu, 11 Maret 2018, saat Polres Solok Kota menerima informasi dari warga bernama Riko Suhendri disaat berada di belakang rumahnya rumahnya dan melhat ada timbunan tanah yang mencurigakan dan bau busuk di sekitarnya.

Personil Polres Solok Kota melakukan penggalian terhadap tanah tersebut dan membuka septic tank di bawah gundukan tanah. Di dalam septik tank ditemukan karung plastik warna putih yang setelah dibuka di dalamnya ditemukan mayat seorang laki-laki dewasa.

“Selanjutnya dilakukan olah TKP, membawa korban ke RSUD Solok dilanjutkan Otopsi di RS Bhayangkara,” ucap Kapolres Solok Kota AKBP Dony Setiawan, Jumat 16 Maret 2018 kepada sejumlah awak media.

Di kamar jenazah RDUD Solok, Istri korban bernama Susilawati meyakini dan memastikan korban tersebut adalah suaminya Pariyatin alias Pakde Atin yang sudah 2 hari tidak pulang sejak Jumat, 9 Maret 2018).

Diperoleh informasi, bahwa korban ditemukan di belakang rumah milik Riko Suhendri yang sudah tidak ditempati oleh Riko dan istrinya. Dan kurang lebih seminggu ditempati oleh mertuanya (tersangka) AS bersama keponakannya berinisial A.

AS menumpang di rumah anak menantunya tersebut karena permasalahan rumah tangga, dimana istri AS (Nurhayati) selingkuh dengan korban. Sebaliknya AS dituduh istrinya selingkuh dengan wanita lain.

Dony menjelaskan, sejak hari Jumat tanggal 9 Maret 2018 sore hari, AS dan A sudah menghilang. Mereka pamit kepada anak-anaknya, dengan alasan untuk pergi mencari kerja.

“Berdasarkan hasil olah TKP, keterangan saksi, barang bukti yang ditemukan di TKP serta hasil otopsi, dilakukan pengejeran terhadap pelaku yang dicurigai ke Kabupaten Sijunjung, kemudian dilanjutkan ke Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur,” sebutnya,.

Alhasil, tim opsnal Satreskrim Polres Solok Kota berhasil menangkap kedua tersangka di sebuah ladang tebu Desa Gentong Kecamatan, Dlanggu Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur.

“Dari keterangan tersangka, motif melakuan pembunuhan karena tersangka cemburu dengan korban karena pacaran dengan istri tersangka”, ujar AKBP Dony Setiawan.

AKBP Dony menambahkan, modusnya tersangka melakukan pembunuhan dengan cara memanggil korban untuk datang ke rumahnya. Setelah menanyakan hubungan korban dengan istri tersangka, terjadi perkelahian.

“Tersangka memukul kepala korban berkali-kali dengan tangan kosong dilanjutkan dengan menggunakan batu sebanyak 6 kali. Setelah memastikan bahwa korban meninggal dunia, tersangka mengambil karung padi dari dalam rumahnya dan memasukkan korban ke dalam karung. Karena berat, tersangka mengajak keponakanya untuk mengangkat korban dan menguburnya dalam septic tank,” pungkasnya.

Barang bukti yang diamankan diantaranya uang tunai milik korban sebanyak Rp660 ribu, dua kartu seluler milik korban.

Sedangkan untuk di TKP penemuan jasad korban, ditemukan barang bukti karung plastik warna putih bermotif garis warna merah dan biru, satu buah batu yang diduga digunakan untuk memukul korban, satu buah cangkul, dua lembar baju anak-anak terdapat bercak darah diduga digunakan oleh pelaku, dan sepasang sandal milik korban. [Red]




Bagikan:
Topik: , , , , ,
Loading...