Curhat Sang Mantan Guru Usai Terima SMS Dari Mantan Murid | Redaksi Sumbar

Curhat Sang Mantan Guru Usai Terima SMS Dari Mantan Murid

Curhat Sang Mantan Guru Usai Terima SMS Dari Mantan Murid Dibaca : 438 Kali
Bagikan:




NASIONAL,RedaksiSumbar.com – Sebuah kisah seorang mantan guru yang mendapatkan ucapan selamat hari guru nasional oleh mantan muridnya dulu. Cerita yang menginspirasi sang murid hingga menjadi seorang guru ini diucapkan melalui sebuah pesan singkat dihari guru nasional.

Berikut tulisan sang mantan guru yang diposting dimedia sosial facebook :

“Selamat hari guru Pak Hendra Munur, S.S. Ilmu yang pernah Bapak ajarkan waktu SMA dulu membekas dalam diri saya, dan saat ini saya juga mengikuti jejak Bapak menjadi seorang guru.”

Begitu bunyi sebuah sms yang saya terima pagi tadi (Jum’at 25 November 2016) dari seorang mantan murid saya dulu. Antara bangga dan haru, saya membacanya. Sebab itu sudah lama sekali. Apalagi saat ini saya tidak lagi berpropesi sebagai guru. Berlinang juga air mata saya. Sungguh.

Memang, saya dulu pernah mengajar sebagai guru honorer di sebuah SMA swasta di kota Padang. Sekitar tahun 2003 sampai dengan 2006. Jujur, karena gaji yang tak memadai, akhirnya saya putuskan untuk berhenti.

Kalau boleh bercerita sedikit, awal-awal masuk gaji saya hanya Rp. 36.000 per bulan. Dengan kalkulasi Rp.12.000 per jam pelajaran x 3 jam pelajaran seminggu. Gaji segitu memang sangatlah kecil untuk seorang tamatan sarjana, tapi saya yakin dan percaya bahwa itu barulah langkah awal perjalanan panjang saya, Dan saya terus berusaha hingga sedikit demi sedikit gaji saya merangkak naik. Hal ini karena kebutuhan dan kepercayaan kepala sekolah jam mengajar saya terus di tambah. Hingga akhirnya pada tahun ketiga gaji saya mencapai Rp. 350.000. Dengan tugas mengajar kelas satu, dua dan tiga. Dan saya juga dipercaya menjadi wali kelas.

Baca Juga :  Mentawai, Daerah dengan Potensi Besar Namun Masih Tertinggal

Harus saya akui, uang segitu tidaklah cukup bagi kebutuhan saya setiap bulannya. Untungnya, saya masih bujangan dan bisa menumpang makan dan tinggal bersama keluarga saya yang sebenarnya juga tidak berkecukupan.

Foto : Hen

Pada tahun pertama saya masih bertahan, karena ada harapan lain dari hanya sekedar menjadi guru honor. Yaitu mencari pengalaman, mengamalkan ilmu yang di peroleh di bangku kuliah dulu. Serta yang tak kalah pentingnya yaitu bekerja sambil berharap jika suatu saat nanti di terima menjadi Pegawai Negeri Sipil.

Pada tahun kedua, saya terus menjalani apa yang menjadi propesi saya, numun pada tahun-tahun ketiga, semangat saya terus menurun. Himpitan ekonomi dan kebutuhan hidup terus mendera saya. Hingga pada akhirnya saya kalah dengan kebutuhan kehidupan saya. Sejak saat itu saya putuskan untuk berhenti.

Saya yakin, apa yang saya alami ini, di alami juga oleh ribuan guru-guru yang lain. Namun bedanya, mereka lebih tangguh di banding saya. Mereka kuat, mereka lebih yakin dengan jalan yang telah mereka pilih. Tugas seorang guru bukanlah tugas biasa. Ia tugas mulia. Bukan persoalan gaji semata. Tetapi ada yang lebih besar di balik itu, yaitu mereka (para guru) ingin melihat bagaimana generasi penerus bangsa ini menjadi lebih cerdas, Tidak tertinggal dari bangsa-bangsa lain di bumi ini. Saya percaya itu.

Saat ini, saya memang tidak lagi berpropesi sebagai guru. Dan saya menyesal telah berhenti menjadi guru. Namun setidaknya saat ini saya sedikit merasa bangga, karena pernah menjadi seorang guru. Ketika saya bertemu dengan mantan murid-murid saya dulu, saya tetap di panggil ‘Pak Guru’. Sungguh panggilan yang sangat membanggakan.

Di hari ini, hari yang kita peringati sebagai hari guru, saya ucapkan terima kasih yang sedalam dalamnya kepada guru-guru yang telah mendidik saya khususnya, dan umumnya para guru di Indonesia.Saya mendoakan semoga para guru selalu sehat wal afiat dalam menjalani segala aktifitasnya. Dan apa yang telah dilakukan menjadi amal ibadah di sisi Allah SWT. Amin. (Hen/ Red)

Bagikan:
Tags: , , , ,



No Responses

banner 750x100