Daripada Membusuk Dekat Pemukiman, Ini yang Dilakukan Terhadap Bangkai Ikan Paus di Mentawai | Redaksi Sumbar

Daripada Membusuk Dekat Pemukiman, Ini yang Dilakukan Terhadap Bangkai Ikan Paus di Mentawai

Daripada Membusuk Dekat Pemukiman, Ini yang Dilakukan Terhadap Bangkai Ikan Paus di Mentawai Dibaca : 999 Kali
Bagikan:

Kepulauan Mentawai, RedaksiSumbar.com–Bangkai ikan paus yang terdampar di Pantai Dusun Jati, Desa Tuapejat, Kecamatan Sipora Utara pada Senin pagi (2/1/2017), akhirnya dievakuasi ke tengah laut dan didamparkan di pulau tak berpenghuni pada sore harinya sekitar pukul 16.00 WIB. Hal ini dilakukan untuk menghindari bau busuk yang mulai keluar dari bangkai ikan yang diperkirakan berbobot hampir 3 ton dan panjang 7 meter tersebut.

Langkah ini diambil setelah dilakukan koordinasi dan musyawarah antara, pihak Basarnas, DKP,  Polairud, Kodim 0319/Mentawai, dan tetua adat serta Kepala Desa setempat sebagai antisipasi hal-hal yang tak diinginkan.

Kasat Pol Airud, Kepulauan mentawai Budi S, ketika dihubungi membenarkan hal ini, menurutnya, sebelumnya bangkai ikan paus tersebut sempat akan di kuburkan di lokasi di mana ikan tersebut terdampar, namun karena peralatan yang tak memadai dan lokasi yang dekat dengan pemukinam warga, akhirnya ikan tersebut  di tarik ke tengah laut dan di damparkan di pulau tak berpenghuni, hingga akhirnya nanti dikuburkan atau dibiarkan menjadi rangka.

“Kita telah bermusyawarah dengan pemuka masyarakat setempat, jadi kita cari pulau tak berpenghuni, kemudian di situ kita damparkan atau kuburkan. Ini adalah langkah terbaik saat ini,” ucapnya.

Hal senada juga diucapkan oleh Koordinator Pos SAR Mentawai, Hendri, S.Sos, “Paginya, sebenarnya sudah kita coba menarik bangkai ikan paus tersebut dengan kapal tunda. Tapi karena ombak cukup besar dan bobot ikan yang berat akhirnya gagal. Sore hari baru bisa terlaksana,” jelasnya.

Menurut para nelayan dan warga setempat, dua hari belakangan bangkai ikan tersebut sudah nampak di tengah laut merapung-apung dalam kondisi telah mati. Baru Senin pagi terseret arus ke pantai.

Baca Juga :  Video: Sebuah Rumah Hangus Terbakar Dikawasan Gantiang Kota Padang Akibat Obat Nyamuk

Belum diketahui pasti apa penyebab kematian hewan mamalia (melahirkan) ini. Namun salah seorang nelayan berpengalaman di sana, Uncu Lokik, mengatakan bahwa ikan tersebut kelihatannya telah tua dan mati secara wajar.

Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sumatera Barat belum meneliti penyebab pasti kematian ikan paus ini, karena lokasinya yang cukup jauh dari ibukota propinsi, sementara pengevakuasian harus segera dilakukan.

Berdasarkan penelitian, ikan paus dapat memiliki rentang hidup antara 40 sampai 100 tahun. Dan Ibu paus hanya akan melahirkan satu bayi dan kemudian merawatnya selama setahun penuh.  Ini berarti tingkat reproduksi paus  sangatlah kecil. Pemerintah melalui PP no 7 tahun 1999 menetapkan hewan ini termasuk binatang langka dan dilindungi. (hm)

Bagikan:
Tags: , , ,
Loading...
Solok Selatan dalam Berita

No Responses

Seo wordpress plugin by www.seowizard.org.

close