DBD Serang Warga Solok Selatan

DBD Serang Warga Solok Selatan
Foto: ilustrasi
Bagikan:

SOLOK SELATAN, RedaksiSumbar.com – Dinas Kesehatan Solok Selatan, Sumatera Barat mencatat 21 kasus wabah Demam Berdarah Dengue (DBD) serang warga setempat sepanjang medio bulan Januari hingga Maret 2017 ini. Dinas Kesehatan setempat upayakan penekanan penyebaran wabah melalui nyamuk aedes aegypti ini dengan cara fogging (Pengasapan).

Kasi Pemberantasan Penyakit Menular (P2M) Dinas Kesehatan Solok Selatan Kusharni,  mengatakan, dari 21 laporan kasus DBD itu telah dinyatakan positif. Angka tertinggi berada di Kenagarian Pasar Muaralabuh, Kecamatan Sungai Pagu dan Pakan Rabaa Kecamatan Koto Parik Gadang Diateh (KPGD) masing-masing mencapai 7 kasus.

“Kemudian disusul Nagari Lubuk Gadang, Kecamatan Sangir sebanyak 5 kasus serta di Nagari Bidar Alam, Kecamatan Sangir Jujuan terdapat 2 kasus,” kata dia.

Dia mengatakan, dari 21 laporan tersebut 7 kasus pada bulan Januari, 9 kasus pada Februari, terbaru pada Maret ini sudah ada laporan 5 kasus. Dan semua pasien sudah mendapatkan perawatan intensif saat ini.

Sementara itu Kepala Dinas Kesehatan Solok Selatan, Novirman menyebutkan, menjamurnya kasus DBD di Solok Selatan ini disebabkan musim pancaroba dan perilaku masyarakat yang abai terhadap kebersihan lingkungan, serta banyaknya saluran air yang tersumbat.

“Seharusnya masyarakat arif menyikapi musim pancaroba, dengan cara menggiatkan gotong-royong di tempat tinggal masing-masing,” terangnya.

Kekhawatiran DBD itu akan semakin meningkat kata dia, saat ini sudah menggencarkan penyuluhan 3M plus kepada masyarakat. Selain itu, kasus DBD, pihaknya langsung melakukan pemeriksaan dan survei ke rumah pasien apakah terdapat jentik.

“Jika ditemukan jentik, maka akan kita lakukan fogging. Jika tidak ada jentik, akan kita lakukan 3M serta penyebaran bubuk abate,” katanya.

Novirman juga mengimbau, kepada semua warga di Solok Selatan tanpa terkecuali supaya selalu menjaga kebersihan lingkungan. Khusus untuk DBD agar masyarakat membiasakan perilaku 3M plus. Kemudian jika masyarakat mengalami atau melihat keluarga dan tetangga ada tanda-tanda terindikasi kena DBD supaya segera melaporkan ke Puskesmas atau RSUD maupun ke Dinas Kesehatan.

Data Dinas Kesehatan Solok Selatan mencatat, pada tahun 2016 terdapat 161 kasus DBD. 90 orang diantaranya pasien perempuan dan 71 orang pasien laki-laki. Wabah ini tersebar di tujuh kecamatan yang ada di Solok Selatan. [Dicky]

Bagikan:
Tags: ,
Loading...

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Tinggalkan Balasan