Demi Keamanan, Transaksi Non Tunai Dinilai Menjadi Solusi Tepat

Demi Keamanan, Transaksi Non Tunai Dinilai Menjadi Solusi Tepat
Wagub Sumbar, Nasrul Abit diapit oleh Retail Fuel Marketing Manager Region 1 Pertamina, Agus Taufik Harahap dan Kakan Perwakilan BI Sumbar, Endy Dwi Tjahjono dalam kesepakatan transaksi non tunai yang akan mulai digalakkan pada 2018 mendatang. (IST)
Bagikan:




PADANG, RedaksiSumbar.com – Untuk memudahkan dalam melakukan transaksi, masyarakat diminta untuk melakukan transaksi secara non tunai (cashless, red). Hal tersebut bertujuan demi keamanan dan penggunaan uang yang tepat dalam melakukan transaksi dalam berbagai bidang.

Hal tersebut disampaikan oleh Wakil Gubernur (Wagub) Sumatera Barat (Sumbar), Nasrul Abit di sela-sela kegiatan penandatanganan nota kesepahaman bersama antara Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumbar dengan PT Pertamina (Persero) dan Bank Indonesia, Rabu (6/12/2017) di Padang, Sumatera Barat.

“Untuk instansi pemerintahan sendiri, dalam hal ini Pemprov Sumbar, hampir 80 persen sudah mengimplementasikan transaksi non tunai tersebut. Keuntungannya adalah kita tidak susah menghitung uang meskipun akan berdampak terhadap pengurangan jumlah tenaga kerja akibat kemajuan teknologi. Namun terpenting dari itu semua, transaksi non tunai adalah untuk pemberantasan korupsi,” tuturnya.

Mantan Bupati Pesisir Selatan tersebut menyebut, saat ini sejumlah daerah di Sumatera Barat juga telah menerapkan transaksi non tunai, seperti Kota Padang, Kota Bukittinggi, Kota Padang Panjang, Kota Pariaman, Kota Payakumbuh, Kabupaten Pesisir Selatan, dan Kabupaten Kepulauan Mentawai.

“Khusus untuk Mentawai, memang belum semua wilayah menerapkan transaksi non tunai, karena masih ada beberapa titik yang belum terjangkau oleh sinyal telekomunikasi, namun pada dasarnya penerapan transaksi non tunai akan dilakukan secara menyeluruh di wilayah Sumatera Barat, sesuai dengan cita-cita pemerintah yang akan mewujudkan Sumbar menjadi kawasan Smart City,” tambahnya.

Tidak hanya masyarakat dan instansi pemerintahan saja yang sudah menerapkan transaksi non tunai tersebut, sejumlah Badan Usaha Milik Negara (BUMN) juga telah berperan aktif dalam mendorong penggunaan transaksi non tunai, salah satuny adalah PT Pertamina (Persero)

Retail Fuel Marketing Manager Region 1 Pertamina, Agus Taufik Harahap, mengatakan bahwa tantangan dan tuntutan bisnis di berbagai bidang makin kompleks. Transaksi sudah mengarah ke transaksi non tunai dan telah banyak usaha yang menerapkan pola cashless.

“Peran kami cukup besar dalam mensukseskan program elektronifikasi pembayaran Gerakan Nasional Non Tunai (GNNT). Ini merupakan wujud keseriusan kami dalam mendorong transaksi non tunai,” kata Agus.

Rencana penerapan transaksi non tunai akan mulai dilaksanakan di seluruh Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Kota Padang pada bulan Januari 2018 dengan menerapkan jalur khusus non tunai kemudian dilanjutkan ke daerah lainnya hingga mencakup seluruh kawasan Sumatera Barat. Penerapan program akan dibagi ke dalam empat tahap dengan mengevaluasi di setiap tahapannya.

Masyarakat akan menerima sosialisasi terlebih dahulu mengenai manfaat dan keunggulan transaksi secara non tunai (cashless). Kemduian penerapannya akan dipermudah dengan mendekatkan instruman transaksi non tunai melalui banking corner yang melayani kartu debit, kartu kredit, maupun uang elektronik di seluruh SPBU.

“Selain itu, untuk memudahkan konsumen dalam bertransaksi non tunai, Pertamina akan mengadakan kerjasama dengan Bank Rakyat Indonesia (BRI) sebagai penyedia jasa perbankan untuk lebih memudahkan penerapannya kepada masyarakat. Dengan demikian, transaksi di SPBU akan menjadi lebih praktis dan menguntungkan konsumen,” paparnya. [EFT]

 

Bagikan:
Tags: , , ,
Loading...

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Comments are closed.