Diduga Lakukan Penipuan, WNA Asal Cina Diamankan Tim Polres Pessel | Redaksi Sumbar

Diduga Lakukan Penipuan, WNA Asal Cina Diamankan Tim Polres Pessel

Diduga Lakukan Penipuan, WNA Asal Cina Diamankan Tim Polres Pessel
Seorang warga negara asing (WNA) asal Cina, bernama Huang Qingzhi (41), saat diamankan di Mapolres Pessel, Sabtu, (1/4/2017)
Dibaca : 292 Kali
Bagikan:




PESISIR SELATAN, RedaksiSumbar.com – Tim gabungan Polisi Resort Pesisir Selatan (Polres Pessel), yang melibatkan Satuan Intelkam Polres Pessel bersama Polsek Batangkapas, mengamankan seorang warga negara asing (WNA) asal Cina, bernama Huang Qingzhi (41), Sabtu (1/4/2017)

Diketahui, WNA asal Cina tersebut, mengaku sudah mengantongi surat izin dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Pessel, untuk mendatangi SD N 21 Batangkapas, dengan tujuan akan melakukan pemeriksaan kesehatan terhadap siswa/siswi disekolah tersebut, sekalian bermaksud akan mempromosikan obat-obatan yang dibawanya saat itu.

Karena gerak-gerik WNA itu mencurigakan, akhirnya pihak sekolah segera melaporkan ke pihak kepolisian setempat untuk segera ditindaklanjuti. Mendapatkan laporan tersebut, dengan segera petugas turun kelapangan, dan langsung dikomandoi oleh Kasat Intelkam Polres Pessel, AKP. Suhendri Yatno.

Kapolres Pessel, AKBP. Deni Yuhasdi, S.I.K melalui Kasat Intelkam AKP. Suhendri Yatno ketika dihubungi Media, Sabtu malam (1/4/2017), membenarkan penangkapan tersebut, pihaknya memang sudah mengamankan satu orang WNA asal Cina karena diduga melakukan penyalahgunaan izin tempat tinggal.

“Pelaku diduga akan melakukan penipuan dengan modus menjual obat-obatan ke sekolah. Pelaku juga melakukan cek kesehatan terhadap siswa/siswi, kemudian mempromosikan obat-obatan tersebut untuk dijualnya,” jelasnya dihubungi via telepon.

Lebih lanjut kata dia, pada saat itu WNA asal Cina bernama Huang Qingzhi itu sudah diamankan di Mapolres Pessel, untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut, berikut dengan sejumlah barang bukti (BB).

“Kita curiga pelaku akan melakukan penipuan di setiap sekolah nantinya. Sebab, dokumen tempat tinggalnya menyalahi aturan. Saat ini, pihak kita sudah berkoordinasi dengan Imigrasi Padang sebagai pihak berwenang. Jika nanti ada indikasi penipuan, barulah kita proses secara hukum yang berlaku,” terangnya.

Ditambahkanya, untuk meyakini para calon korban, pelaku mengaku sudah mendapat izin lisan dari pejabat Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Pessel, melalui sekretaris Supriadi. Saat itu pelaku tengah melakukan wawancara dengan Kepala Sekolah (Kepsek) SD N 21 Batangkapas, Sukarni dan sejumlah guru.

Baca Juga :  Nasdem Bertekad Menangi Pileg 2019. Risnaldi: DPR RI Harus dari Pessel

“Untuk mengelabui calon korban, ia (pelaku) mengaku sudah mendapatkan persetujuan dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Pessel secara lisan, kemudian dengan gaya sangat meyakinkan, ia berupaya agar pihak sekolah mau membeli obat-obatan yang dibawanya itu,” sebut Kasat Intelkam.

Diketahui sebelumnya, pelaku mendatangi Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, untuk meminta izin melakukan sosialisasi kesehatan ke sekolah-sekolah yang ada di Pessel. Kemudian tanpa rasa curiga, Sekretaris Dinas Pendidikan Supriadi, memberikan nama dan daftar sekolah yang diminta pelaku. Kemudian pelaku juga sempat berpoto bersama, untuk dijadikan modal meyakini setiap sekolah-sekolah yang dikunjunginya.

“Sebelumnya, sudah ada tiga orang korban yang melapor ke pihak kita karena merasa tertipu oleh pelaku. Para korban mengaku sudah melakukan penebusan obat yang diduga diracik sendiri oleh pelaku. Nilai obat yang dijual dengan harga Rp.2,5 juta, bahkan ada juga seharga Rp.4,8 juta. Saat itu pengakuan pelaku, khasiat obat tersebut bisa menyembuhkan berbagai penyakit seperti strok, hipertensi, diabetes dan sebagainya,” tutupnya.

Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Pessel, Supriadi mengaku telah merasa tertipu oleh pelaku, dan pihaknya berencana akan membuat laporan secara resmi kepada kepolisian setempat.

“Benar, saya memang pernah didatangi oleh pelaku di kantor Dinas Pendidikan dan kebudayaan sebelumnya. Saat itu, ia mengaku seorang dokter, dan berencana akan melakukan sosialisasi mimisan serta memeriksa kesehatan ke sekolah-sekolah. Saat itu, ia berencana akan melakukan kegiatan tersebut pada tanggal 20 Mai 2017, saya juga menyarankan agar pelaku miminta izin dulu kepada Pemerintah Daerah setempat,” jelasnya kepada Media.

“Setelah melakukan silaturahmi, pelaku meminta daftar nama-nama sekolah kepada saya. Karena tidak merasa curiga sedikitpun, saya berikan nama-nama sekolah saat itu. Kemudian sebelum meninggalkan kantor, ia juga meminta berpoto bersama saya. Terkait hal ini, saya juga akan melapor kepihak kepolisian setempat,” ungkapnya.

Baca Juga :  Antisipasi Parkir Liar , Satlantas Polres Pessel pasang Road Barier

Terpisah, Kasubsi Penindakan Imigrasi Padang, Hario Seto ketika dikonfirmasi Media, mengatakan bahwa sesuai pemeriksaan terhadap izin WNA tersebut, ternyata pelaku hanya memiliki izin visa bisnis kunjungan ke perusahaan.

“Dari pemeriksaan dan cek dokumen yang kita lakukan, ia (pelaku) hanya memiliki izin visa bisnis kunjungan ke perusahaan. Namun, yang dilakukannya adalah menjual obat-obatan​ yang tidak memiliki izin resmi dari Depkes. Selain itu, merek dan masa kadaluarsanya juga tidak jelas,” terangnya saat itu. [Rega Desfinal-kis]

 

Bagikan:
Tags: , , , , ,



Solok Selatan dalam Berita

No Responses


close