Dihantam Banjir Bandang, Masyarakat Berharap Pemerintah Segera Perbaiki Jembatan | Redaksi Sumbar

Dihantam Banjir Bandang, Masyarakat Berharap Pemerintah Segera Perbaiki Jembatan

Dihantam Banjir Bandang, Masyarakat Berharap Pemerintah Segera Perbaiki Jembatan Dibaca : 499 Kali
Bagikan:

SIJUNJUNG, RedaksiSumbar.com – Hujan deras selama 8 jam yang mengguyur Kabupaten Sijunjung, mengakibatkan terjadinya bencana di beberapa wilayah. Di Kenagarian Lubuk Tarok dan Kenagarian Lalan, Kecamatan Lubuk Tarok, puluhan rumah dihantam banjir bandang akibat meluapnya sungai Batang Karimo, sementara satu unit rumah milik Jon Afrizal, 32 hancur terbawa arus banjir. Sementara itu satu unit jembatan penghubung empat buah nagari, yakni nagari Lubuk Tarok, Lalan, nagari Latang, serta nagari Buluh Kasok juga hancur, dan tidak bisa dilewati kenderaan. Beruntung, dalam bencana tersebut tidak mengakibatkan korban jiwa.

Setelah kejadian, belasan anggota TNI dari Kodim 0310 dan Polres Sijunjung bersama petugas BPBD dan Tagana langsung bereaksi cepat membantu evakuasi warga dan barang-barang milik warga, serta ikut membantu membersihkan rumah-rumah warga yang dipenuhi lumpur dan material tanah dan kayu akibat banjir bandang yang terjadi selama hampir 3 jam tersebut.

Untuk sementara, kendaraan roda empat dan roda dua tidak bisa melewati jalan penghubung menuju Nagari Lalan, Nagari Latang, serta Nagari Buluh Kasok akibat jembatan utama yang terdapat di Jorong Koto Tuo, Nagari Lubuk Tarok hancur. Warga yang berada di Nagari Lalan, Nagari Latang dan Buluh Kasok harus memutar ke jalan di Kenagarian Teratak Baru, Kecamatan Tanjung Gadang dengan jarak tempuh 30 kilometer. Sementara itu warga dan petugas saat ini tengah berupaya membuat jembatan alternatif diatas jembatan yang hancur tersebut agar bisa dilewati kenderaan roda dua.

“Kita berupaya membuat jalan sementara diatas jembatan untuk dilewati kenderaan roda dua, agar pasokan makanan dan kebutuhan masyarakat di dalam tidak terputus,” ungkap Zuriatman, walinagari Lubuk Tarok.

Walinagari Lubuk Tarok tersebut mengatakan, sebanyak 12 kepala keluarga di Kenagarian Lubuk Tarok terpaksa diungsikan karena rumahnya dipenuhi lumpur dan kayu yang dihanyutkan banjir bandang. Sedangkan Jon Afrizal, korban yang rumahnya hancur akibat banjir bandang terpaksa tinggal di rumah mertuanya bersama anak dan istrinya. Daerah paling terdampak banjir bandang tersebut adalah Jorong Koto Tuo, Nagari Lubuk Tarok, karena di jorong tersebut banyak warga bermukim di tepian sungai Batang Karimo.

Baca Juga :  Penggiat Kesenian Anak Nagari: Budaya Merupakan Jati Diri Suatu Daerah

Zuriatman berharap, pihak pemerintah daerah segera mencarikan solusi untuk membangun kembali fasilitas umum yang rusak. Dikatakan Zuriatman, tidak hanya jembatan dan rumah warga yang hancur akibat banjir bandang, tetapi juga saluran air bersih yang mati total karena jaringannya hancur.

“Kita berharap kepada pemerintah daerah bisa secepatnya mengatasi musibah ini, termasuk memperbaiki jembatan yang hancur, khusus untuk korban yang rumahnya hancur, kita juga berharap agar segera dibantu agar kembali memiliki rumah, meski itu hanya sebuah pondok,” harap Zuriatman.

Persawahan dan kebun warga juga mengalami kerusakan parah. Salah satu kebun cabe siap panen milik Syapriadi, 45, warga jorong Koto Tuo, nagari Lubuk Tarok yang tidak bisa dipanen lagi. “Seperempat hektar lahan cabe saya hancur akibat banjir bandang, lahan saya saat ini sudah tertimbun lumpur,” ungkap Syapriadi yang tidak bisa menyembunyikan kesedihannya kemarin saat menyaksikan jembatan Jorong Koto Tuo yang patah akibat dihantam banjir bandang Selasa (28/3) siang kemarin.

Dari informasi yang diterima, saluran irigasi Losuong Batu, yang berada di Jorong Koto Tuo, Nagari Lubuk tarok juga hancur sepanjang 100 meter akibat dihantam banjir bandang.

Sementara itu di Nagari Lalan, sebanyak 32 unit rumah juga terendam banjir dan lumpur. Namun tidak terdapat kerusakan parah, tetapi beberapa rumah warga terlihat dipenuhi material lumpur yang terbawa arus deras. Tidak hanya rumah, banjir bandang juga mengakibatkan beberapa ekor hewan ternak, seperti kerbau dan kambing mati karena tidak sempat terselamatkan.

“Musibah banjir bandang ini merupakan terbesar sejak puluhan tahun lalu, akibat banjir ini beberapa hewan ternak milik warga mati karena tidak sempat diselamatkan pemiliknya,” ujar Martonis, Wali Nagari Lalan, Kecamatan Lubuk Tarok kemarin (28/3) saat menyaksikan jembatan penghubung menuju nagarinya hancur.

Baca Juga :  Hujan Lebat, Jembatan Beringin Padang Putus Total Diterjang Banjir Bandang

Martonis membeberkan, kerugian akibat bencana tersebut mencapai ratusan juga.” Semuanya materil dan beberapa hewan ternak, korban jiwa tidak ada,” pungkasnya.

Untuk meringankan beban para korban banjir bandang, petugas BPBD dan Dinas Sosial langsung membangun dapur umum untuk keperluan para korban. Sementara itu wakil bupati Sijunjung, Arrival Boy bersama jajaran OPD terkait, seperti kepala Dinas PUPR, kepala Dinas Sosial langsung meninjau lokasi bencana.

Beberapa keperluan para korban, seperti makanan, kelengkapan bayi dan baju sekolah anak-anak juga telah disalurkan. Wakil bupati juga sempat meninjau rumah-rumah warga yang terdampak banjir. Arrival Boy mengaku prihatin dengan peristiwa yang telah menghancurkan satu rumah warga tersebut.

“Kita sangat perihatin dengan kejadian ini, mudah-mudahan para korban diberi kesabaran dan ketabahan, dan pemerintah dalam hal ini akan segera bekerja untuk membantu meringankan beban para korban, termasuk mencari solusi untuk membangun kembali fasilitas umum yang rusak,” tuturnya.

Untuk mengatasi kelangkaan air bersih, pihak PDAM dan BPBD berupaya menyalurkan air bersih menggunakan tangki. “Kita akan segera menyalurkan air bersih untuk warga yang terdampak banjir bandang,” sebut Dasril, salah satu pejabat PDAM Sanjung Tirta kepada wartawan. [Ari Ayek]

Bagikan:
Tags: , , , , ,
Loading...
Solok Selatan dalam Berita

No Responses

Seo wordpress plugin by www.seowizard.org.

close