Diskotik Tempat Teraman Bagi Bandar Narkoba di Padang

Diskotik Tempat Teraman Bagi Bandar Narkoba di Padang
Suasana musik room di salah satu diskotik Padang
Bagikan:




NASIONAL,RedaksiSumbar.com – Tingginya angka peredaran narkoba diwilayah Sumatera Barat di buktikan dengan banyaknya para bandar narkoba yang berhasil diringkus petugas kepolisian Resnarkoba Polda Sumbar dan Polres Kota Padang.

Hal tersebut tak lepas dari buruknya dunia malam yang marak di Sumbar maupun Kota Padang sendiri, para bandar narkoba merasa bermain aman jika mengedarkannya di dalam diskotik dan cafe-cafe karaoke.

Fakta yang ditemukan tim investigasi Redaksi Sumbar di lapangan, hampir 30 persennya transaksi narkoba dikendalikan di lokasi-lokasi hiburan malam seperti diskotik dan cafe-cafe karaoke, dan 50 persen kendali narkoba berada di lapas.

Salah satu bukti adanya peredaran narkoba di beberapa diskotik dan cafe-cafe karaoke di Kota Padang adalah penangkapan sejumlah para bandar narkoba di dalam diskotik itu sendiri oleh polisi.

Menurut pengakuan seorang pria pecinta hiburan malam Deki 25 (bukan nama asli) saat di wawancarai tim Investigasi Redaksi Sumbar saat berada disalah satu diskotik berinisial “J” yang berlokasi di Kota Padang, kamis (23/2/18), ia menyatakan hal tersebut bukanlah hanya cerita belaka tetapi fakta adanya.

“Biasalah pak, di dalam diskotik itu sudah ada kok bandarnya, kami tinggal telfon dan nanti diantarkan oleh anak buahnya”, ucapnya.

Fakta tersebut juga terbukti acap kalinya rutinitas petugas BNN propinsi Sumbar melakukan kegiatan razia di sejumlah diskotik hiburan malam, belasan bahkan puluhan para pengunjung diskotik yang melakukan tes urine didapati positif mengkonsumsi narkoba, bahkan sang DJ (Dist Joki) yang menjadi bintang dalam hiruk pikuknya diskotik “J” tersebut ikut diamankan petugas BNN karna positif mengkonsumsi narkoba jensi sabu-sabu.

Namun hingga kini Pemerintah Kota Padang seakan menutup mata dengan tingginya angka peredaran narkoba dalam dunia hiburan malam itu, tak satupun Diskotik ataupun cafe-cafe karaoke yang ditutup pemerintah Kota meski petugas Kepolisian dan BNN sering kali membuktinkannya dengan banyaknya temuan para pengguna narkoba yang berkeliaran di dalam diskotik.

Pembiaran ini menjadi hal biasa bagi para pemilik diskotik, karna setelah dirazia petugas, tempat usahanya tak akan mendapatkan sanksi apapun, namun yang menjadi korban adalah para pengunjung yang positif narkoba.

Hal ini menjadi pertanyaan bagi masyarakat Padang tentang takutnya pemerintah kehilangan sumber pendapatan daerah dengan mengorbankan masa depan anak bangsa, apakah diskotik adalah sumber pendapatan daerah yang cukup besar dan menjanjikan sehingga pemerintah seakan takut untuk menutupnya. [ Tim Investigasi ]




Bagikan:
Topik: , , ,
Loading...