DPC PPP Pasaman Barat Gelar Konsolidasi Dan Halal Bi Halal

DPC PPP Pasaman Barat Gelar Konsolidasi Dan Halal Bi Halal
Ketua DPC PPP Pasaman Barat, H, Muhayatsyah (tengah), Sekretaris DPC PPP Muhammad Umar (kiri) dan Korwil Sumbar IV DPW PPP Sumbar H, Fetris Oktri Hardi, saat pelaksanaan Silaturrahmi dan Konsolidasi DPC PPP Pasaman Barat. [Bisri Batubara]
Bagikan:

PASAMAN BARAT, RedaksiSumbar.com – Jajaran pengurus DPC Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Kabupaten Pasaman Barat adakan acara Konsolidasi dan Halal Bi Halal. Kegiatan ini merupakan bagian untuk mengukuhkan kembali persatuan dan solidaritas PPP pasca Muktamar Pondok Gede yang menempatkan M Romahurmuzy sebagai ketua umum.

Hal ini dilakukan setelah dikabulkannya permohonan Rohamurmusiy oleh Mahkamah Agung (MA) melalui putusan PK Nomor 79/PK/Pdt.sus-Parpol/2016. Putusan ini diketok oleh Takdir Rahmadi, Sudrajad Dimyati dan Ahmad Syarifudin dalam rapat permusyawaratan hakim tanggal 12 juni 2017.

Dan diterbitkannya amar putusan Nomor : 58/B/2017/PT.TUN.JKT memenangkan Menkumham dan PPP kubu Rohamurmusiy dalam sengketa kepengurusan partai.

Konsolidasi itu dilaksanakan di Aula Rapat Hotel Guchi, Simpang Empat, Pasaman Barat, Provinsi Sumatera Barat, Sabtu, (15/7/2017).

Ketua DPC PPP Kabupaten Pasaman Barat H.Muhayatsyah melalui Sekretaris Muhammad Umar. SE menuturkan, dengan terpilihnya Ketua Umum DPP PPP H.M.Romahurmuzy atau yang akrab disapa Romy, maka partai berlambang kabah ini telah mengakhiri konflik internal yang melelahkan.

Maka dari itu, DPC PPP Kabupaten Pasaman Barat memandang perlu melakukan Konsolidasi dan Halal Bi Halal dengan seluruh jajaran pengurus dan simpatisan partai dari tingkat nagari hingga kecamatan.

Hal ini dimaksudkan untuk kembali menjaga eksistensi dan kesolitan partai di daerah masing-masing. Sehingga jika waktunya tiba seluruh pengurus, kader, maupun simpatisan harus siap menghadapi agenda politik di masa mendatang.

“Tujuan silaturahmi ini sekaligus memberitahukan kepada masyarakat bahwa kisruh yang selama ini terjadi di PPP telah berakhir. Saat ini legalitas formal PPP sudah resmi tercatat di pemerintah. Jadi, tidak ada lagi perpecahan di tubuh partai,” kata anggota DPRD Kabupaten Pasaman itu.

Meski demikian lanjut Umar, dengan adanya kejadian ini bisa diambil hikmahnya. Sehingga kedepan PPP kembali bermartabat dan bermanfaat bagi umat.

Tentunya ini bisa terwujud ketika seluruh pengurus, kader, dan simpatisan PPP harus memiliki ahlaq yang baik, memiliki jati diri yang kuat, berkarakter, menjadi bagian dari solusi bukan masalah, serta berdakwah dengan perbuatan bukan sekadar lisan.

“Bila hal itu dilakukan, maka PPP akan mendapatkan tempat dan dukungan dari rakyat,” katanya

Dia menambahkan, pelajaran lain dari konflik ini, semoga spirit fusi 1973 yang telah melahirkan konsensus besar partai kembali tertanam.

“Badai yang menerpa partai telah berakhir. Dan PPP ke depan akan berkiprah untuk umat menuju Indonesia yang berkeadilan,” tegasnya.

Muhammad Umar mengajak kepada seluruh umat Islam, khususnya di Kabupaten Pasaman Barat agar kembali ke rumah besarnya. Karena PPP, sebagai salah satu partai berasaskan Islam dan terlahir dari rahim para alim ulama.

Sehingga kehadiran PPP menjadi solusi atas problematika umat Islam dewasa ini. “Kami akan berupaya keras mengembalikan kejayaan partai untuk terus berjuang dalam rangka mewujudkan cita-cita bersama,” tandasnya. [Bisri Batubara]

Bagikan:
Tags: , , , , ,
Loading...

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Tinggalkan Balasan