Eksekusi Lahan Ricuh, Warga Hadang Polisi dengan Senjata Tajam dan Lempar Bensin Dibungkus Plastik | Redaksi Sumbar

Eksekusi Lahan Ricuh, Warga Hadang Polisi dengan Senjata Tajam dan Lempar Bensin Dibungkus Plastik

Eksekusi Lahan Ricuh, Warga Hadang Polisi dengan Senjata Tajam dan Lempar  Bensin Dibungkus Plastik Dibaca : 2498 Kali
Bagikan:

Padang, RedaksiSumbar.com–Lakukan pembakaran ban bekas dan lempar Polisi dengan bensin, membuat eksekusi lahan di Kawasan Kapalo Koto, Kecamatan Pauh, Kota Padang, Sumatra Barat, Rabu pagi (18/1/2017) berakhir bentrok.

Puluhan warga yang mencoba menghadang seribu lebih personil polisi ini mengklaim lahan seluas 7,8 hektar tersebut adalah milik ulayat mereka, yakni ulayat suku Jambak, dan saat ini masih dalam proses banding di pengadilan, dan di eksekusi tanpa kesepakatan bersama.

“Mereka saja tidak tahu lahan yang dieksekusi, lahan orang pun dieksekusi. Kami tidak punya uang dan tidak bisa menyewa aparat dan membeli pengadilan untuk membeli tanah ini, ini tanah ulayat suku kaum Jambak, sudah dari dulu memiliki tanah ini dan ada kuburan kami disini, sedangkan yang menuntut tidak pernah hadir dipengaidlan, kami tidak ada menerima surat pemberitahuan eksekusi,” sesal serang warga bernama Debi.

Menurut keterangan Kapolresta Padang, pihak Pengadilan Tinggi Padang telah memenangkan pihak penggugat bernama Mansa dengan perkara sejak tahun 1986, namun warga setempat masih melakukan aktifitas di lahan tersebut.

Lima orang warga dengan barang bukti senjata tajam serta batu diamankan petugas karena dianggap sebagai profokator pecahnya bentrokan tersebut.

Menurut Kombes Chairul Aziz, selaku Kapolresta Padang yang turun kelokasi, ada perlawanan pelemparan batu, perlemparan bensin yang dibungkus dengan plastik, yang diamankan ada 5 orang, mereka bawa batu sajam dan bensin, perkaranya ini sejak tahun 1986, 2 hingga 4 tahun lalu telah pernah dieksekusi, tapi pemenang perkara ini tidak bisa menguasai, dan bergulir lagi dengan sejumlah sidang, dan memang penggugat lahan ini yang menang, jumlah personil yang dikerahkan sebanyak seribu tiga puluh satu, “ucapnya.

Baca Juga :  Polres Agam Turunkan Watercanon, Eksekusi Lahan Kelapa Sawit Lancar

Eksekusi nomor: W3.U1/161HK.02/I/2017 tanggal 13 Januari 2017 itu menyasar kepada objek Perkara Perdata No: 102/Pdt.Bth/1986 PN Pdg. Setelah mendapatkan perlawanan sengit dari warga yang menolak eksekusi itu, sebanyak 20 petak sawah serta sejumlah bangunan semi permanen berhasil di hancurkan petugas.

[Ances]

Bagikan:
Tags: , , , ,
Solok Selatan dalam Berita

No Responses


close