Galapagos Implementasikan Pertemanan Diatas Perbedaan Politik

Galapagos Implementasikan Pertemanan Diatas Perbedaan Politik
Bagikan:




PADANG – Galapagos, sebuah organisasi pecinta alam dari Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 1 Padang yang didirikan 34 tahun silam hingga kini telah memiliki ratusan anggota dari berbagai angkatan. Demi berbuat lebih kepada bangsa, 11 dari anggota pecinta alam ini bahkan rela mengikuti kontestasi politik dalam pemilihan calon legislator (caleg) periode 2019-2024.

“Kita tidak ingin perbedaan pandangan politik itu membuat kami tercerai berai. Saya pernah diingatkan oleh Jusuf Kalla ketika itu bahwa menjadi seorang pejabat politik itu paling lama hanya 10 tahun, sementara pertemanan itu tidak mengenal batas waktu,” ucap Ketua Umum Galapagos Shofwim Shofwan saat ditemui di bilangan Juanda, Kecamatan Padang Barat, Kota Padang, Sumatera Barat, Senin, 1 Oktober 2018.

Menurut pria yang juga maju sebagai caleg dari Partai Nasional Demokrat (NasDem) daerah pemilihan (dapil) Sumbar 1 ini, Galapagos adalah bentuk implementasi politik secukupnya dan pertemanan selebihnya.

“Trik khusus yang penting kita transparan, terbuka dan berdedikasi dengan baik. Politik ini adalah alat dari kami untuk meraih sebuah tujuan, apabila kita berbakti untuk bangsa, maka salah satu caranya adalah menggunakan kendaraan politik,” ujarnya.

Ketika disinggung mengenai langkah untuk meraup kantung suara milenial yang diprediksi berada di kisaran 40 persen, Opim, begitu dirinya kerap disapa berharap generasi muda sadar akan politik.

“Kami berharap generasi muda sadar akan politik dengan tujuan agar bangsa ini maju, memilihlah sesuai dengan hati. Dasar kita di Galapagos adalah dari teman SMA. Kami akan terus berusaha meraih kantung suara milenial, suara milenial sangat potensial di Sumbar, tentunya dengan menampilkan program yang sesuai dengan selera milenial. untuk Pileg sekarang ada 11 orang dari Galapagos. Saya berharap kita bisa berkolaborasi dengan baik dan berbuat yang terbaik untuk bangsa,” paparnya.

Sementara itu, Ketua Dewan Pengawas Nasional Galapagos, Yuniza Roza menyebut bahwa organisasi pecinta alam ini akan berbuat yang lebih untuk Indonesia, salah satunya adalah dengan terjun ke dunia politik, selain kembali ke alam.

“Selain itu, dalam beberapa bulan ke depan kami berencana akan duduk bersama dengan pihak sekolah untuk menghidupkan kembali Galapagos di SMAN1 Padang. Banyak guru-guru tersebut umumnya tidak berada di saat kami ada, beliau lebih muda dari kami. Kami akan memberi tahu mereka agar bisa mempertimbangkan kembali untuk menghidupkan Galapagos,” ucap pria yang berprofesi sebagai akuntan tersebut.




Bagikan:
Topik: , ,
Loading...