Ganti Rugi Tak Manusiawi, Warga Tolak Pembangunan SUTET | Redaksi Sumbar

Ganti Rugi Tak Manusiawi, Warga Tolak Pembangunan SUTET

Ganti Rugi Tak Manusiawi, Warga Tolak Pembangunan SUTET
Ilustrasi
Dibaca : 508 Kali
Bagikan:




SIJUNJUNG, RedaksiSumbar.com – Karena tidak cocok dalam pemberian ganti rugi, Masyarakat Nagari Muaro Sinjunjung dan Nagari Padang Laweh Selatan  menolak pemasangan peralatan Saluran Udara Tegangan Ekstra Tinggi (SUTET) yang melintasi nagari mereka. Mereka menuntut kepada PLN agar memberikan ganti rugi atau kompensasi yang sesuai atau layak.

“Kita tetap menolak pemasangan peralatan SUTET di tower yang melintas di nagari kami sampai ada kesepakatan ganti rugi yang cocok,” kata Wanto (37) salah seorang warga Muaro Sijunjung kepada wartawan, Senin (6/3/2017).

Menurut Wanto, warga yang terkena proyek menginginkan ganti rugi yang memadai oleh PLN. Sebab ganti rugi yang diberikan saat ini dinilai terlalu kecil, yakni Rp7.500/meter persegi. Sementara itu, ganti rugi di nagari dan kecamatan lain seperti di Nagari Tanjung Gadang, Nagari Tanjung Lolo jauh lebih besar. Dia mengatakan ganti rugi untuk tanah, PLN hanya memberikan dana kompensasi sebesar Rp7.500 per meter persegi. Sedangkan besarnya dana kompensasi di daerah lain, PLN memberikan sebesar Rp25 ribu per meter persegi, ungkapnya.

Sedangkan di luar daerah, besarnya ganti rugi lebih besar dibandingkan di Sijunjung, “Masak cuma Rp7.500/meternya. Ganti rugi sebesar itu jelas tidak manusiawi. Harga sebesar itu pun masih dipotong sekitar 13 persen. Peruntukan buat apa? Itu yang tidak jelas, belum lagi ada makelar yang ikut bermain,” katanya.

Wanto dan warga lainnya mengungkapkan, pihaknya tetap menuntut sisa ganti rugi yang layak sehingga bila pekerja proyek SUTET masih melakukan pekerjaannya di Muaro, warga akan terus menggelar aksi. Dalam aksi kemarin ratusan warga menggelar aksi dengan cara menduduki tower-tower yang akan dipasangi anting-anting untuk lintasan setiap kabel SUTET.

Baca Juga :  Pemuda Pancasila Bantu Korban Kebakaran

“Kalau perlu aksi seperti kemarin sampai PLN memberi sisa ganti rugi yang layak. Tapi kita juga tidak alergi terhadap pembangunan,” kata Wanto panggilan akrabnya.

Menurut Harbi Hanif Burdha pemuda Muaro Sijunjung, warga sudah beberapa kali menanyakan kepada pihak PLN namun tidak mendapatkan jawaban memuaskan. PLN juga ngotot telah memberikan ganti rugi yang layak di Muaro Sijunjung.

Kami atas nama warga Muaro hanya menuntut keadilan. Ganti rugi tanam tumbuh yg dilakukan oleh PLN dikarenakan pembangunan pemasangan SUTET sangat merugikan kami. Kenapa di Kabupaten yang sama, harga ganti rugi tanaman berbeda jauh di tiap nagari bahkan sampai 110%.

Mohon kepada pihak hukum dan pihak terkait sekiranya memfasilitasi masyarakat dan menjaga keamanan serta kenyamanan masyarakat. Bukan hanya keamanan proyek. Harga ganti rugi tanaman karet misalnya. Di muaro hanya dihargai Rp350.000. Sedangkan di nagari lain sampai Rp750.000. Standar apa yang bapak pakai, sampai-sampai kami dirugikan,” katanya. [Ari Ayek]

Bagikan:
Tags: ,



Solok Selatan dalam Berita

No Responses


close