Gua Batu Kapal Solok Selatan Menyimpan Sejuta Pesona | Redaksi Sumbar

Gua Batu Kapal Solok Selatan Menyimpan Sejuta Pesona

Gua Batu Kapal Solok Selatan Menyimpan Sejuta Pesona Dibaca : 528 Kali
Bagikan:




SOLOK SELATAN, RedaksiSumbar.com – Pagi cerah itu Sabtu (11/3/2017) sejumlah pewarta dan komunitas photografer di Solok Selatan, Sumatera Barat tengah bersiap untuk memulai hunting,  mengeksplor keindahan alam Solok Selatan. Salah satunya Gua Batu Kapal yang berada di Kecamatan Sangir Balai Janggo.

Perjalanan menggunakan tiga unit mobil ini di mulai dari Kantor Bupati Solok Selatan di Padang Aro, lokasi hunting kali ini berjarak sekitar 35 kilometer dari pusat ibukota Solok Selatan, Padang Aro. Sementara untuk perjalanan kali ini di bawah komando Kabag. Humas Pemkab Solok Selatan, Firdaus Firman.

Sekitar pukul 8.30 WIB tim memulai perjalanan. Mobil menuju lokasi yang akan menjadi serbuan pewarta dan para photo mania ini terletak di tengah perkebunan sawit milik warga. Sepanjang perjalanan, mata kita pun disuguhi pemandangan sungai Batang Sangir yang merupakan lokasi favorit para pecinta arung jeram.

Sesekali hentakan mobil yang kita tumpangi terasa sedikit keras, maklum jalan menuju ke lokasi hunting kali ini masih dalam perbaikan. Namun, hamparan hijaunya bukit barisan seakan memanjakan mata selama perjalanan.

Selang satu jam perjalanan, rombongan pewarta dan photograper telah tiba di gerbang masuk Gua Batu Kapal. Tepatnya di simpang Tahap Satu, Kecamatan Sangir Balai Janggo.

Kedatangan kami ternyata telah di tunggu oleh Camat, Wali Nagari, Tokoh Masyarakat, Pemuda dan Warga sekitar. Kami di sambut dengan suka cita, setelah beristirahat sejenak kami melanjutkan perjalanan menuju lokasi yang berjarak selitar 4 kilometer dari lokasi kami beristirahat.

Kali ini sedikit agak berbeda, jalan yang tempuh masih dalam kondisi jalan tanah dan bebatuan. Selang beberapa saat, kami telah berada di lokasi Gua Batu Kapal. Dari parkiran mobil ke lokasi pintu Gua Batu Kapal berjarak sekitar 250 meter.

Baca Juga :  Mahasiswa Desak Pengesahan APBD Solok Selatan Tahun 2017

Kami pun berjalan menyusuri perkebunan sawit untuk sampai ke pintu goa. Rumput liar pun seakan ramah menyapa kadatangan kami, diiringi kicauan burung seakan mempercepat langkah untuk segera sampai di gua tersebut.

Kami pun tak sabar ingin melihat keindahan alam ciptaan Yang Maha Kuasa ini. Gua Katu Kapal ini ditandai dengan empat batu kapur yang menjulang. Sesampainya di pintu goa suara riuh kelelawar dan gemircik air yang jatuh dari atas goa seakan ingin langsung masuk dan melihat kemolekan Gua Batu Kapal ini.

Saat berada di dalam Gua Batu Kapal itu, kami pun terperanjat alangkah indahnya gua ini. Batu yang ada di dalam gua itu seperti disusun indah dengan warna lumut alami yang bervariasi. Ada warna hijau, kuning, orange, merah dan kecoklatan. Sehingga membuat indahnya ornamen yang ada di Gua Batu Kapal itu.

Di dalam gua terdapat ruang seperti di sekat namun alami, juga terdiri dari tiga tingkatan. Di lantai dasar seperti ruang lepas yang memiliki beberapa lubang alami seperti lubang udara. Dihiasi indahnya susunan bebatuan yang bewarna.

Di tingkatan kedua, susunan batu lebih beragam, disini kita ingin lebih belama-lama. Karena, ingin lama melihat keindahan alami yang ada di dalam gua itu. Hingga ke tingkat ke tiga yang lebih takjub lagi. Didalamnya terdapat aliran sungai kecil yang mengaliri gua tersebut.

Ditingkatan ketiga ini, bebatuannya lebih abstrak dengan bentuk menjulang. Biasanya dinamai stalagtit dan stalagmit atau yang lebih dikenal dengan bahasa pembentukan sedimen oleh tetesan air yang membatu dalam waktu lama.

Dalam sejarahnya, seperti yang diceritakan oleh Basrial (52) salah satu tokoh masyarakat setempat bercerita, Gua Batu Kapal ini ditemukan pada tahun 1984 silam oleh perusahaan yang ingin menggarap perkebunan di daerah ini.

Baca Juga :  Air Bah Nyaris Menyeret Jembatan Akar di Pessel

Dinamai Gua Batu Kapal, karena gua ini mirip berbentuk sebuah kapal. Konon, ruang sekat yang ada di dalamnya pun seperti ruang kabin sebuah kapal.

Sejak saat itu, lokasi Gua Batu Kapal mulai di kenal oleh warga lokal. Namun, seiring waktu lokasi ini dibiarkan tak terurus hingga telah banyak ditumbuhi tumbuhan liar. Bahkan, coretan pada dinding gua pun membuat gua ini seperti tak terjaga.

Baru sekitar akhir tahun 2016 gua ini kembali dibersihkan. Dan sekarang mulai dibenahi oleh pemerintah nagari setempat. Bahkan, kelompok sadar wisatanya pun telah dibentuk untuk mengelola Gua Batu Kapal ini.

Sejak terkelola, sudah ribuan warga dan wisata lokal berkunjung ke gua  ini untuk mengabadikan keindahannya.

Setelah puas mengabadikan moment, kami pun berangsur balik dan kembali ke rumah masing-masing. Berharap, akan kembali ke gua penuh pesona tersebut untuk mengeksplor lebih jauh lagi. [Dicky]

Bagikan:
Tags: ,



No Responses


close