Gunung Marapi Berstatus Waspada II, Pendaki Diimbau Tidak Beraktivitas di Radius 3 KM dari Puncak | Redaksi Sumbar

Gunung Marapi Berstatus Waspada II, Pendaki Diimbau Tidak Beraktivitas di Radius 3 KM dari Puncak

Gunung Marapi Berstatus Waspada II, Pendaki Diimbau Tidak Beraktivitas di Radius 3 KM dari Puncak Dibaca : 2710 Kali
Bagikan:




Bukittinggi, RedaksiSumbar.com —Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) merekomendasikan pendaki Gunung Api Marapi Sumatera Barat untuk menjauhi radius tiga Kilometer dari puncak, karena hingga sekarang masih berstatus waspada atau level II.

Petugas PVMBG Warseno di Pos Pengamatan Gunung Api Marapi Bukittinggi, Jum’at (30/12) mengatakan, perkembangan status Gunung Api Marapi disampaikan setiap minggunya melalui surat pada Gubernur Sumatera Barat, serta Pemerintah Kabupaten Agam dan Pemerintah Kabupaten Tanah Datar.

“Gunung Api Marapi terletak di Kabupaten Agam dan Kabupaten Tanah Datar, maka dari itu kedua pimpinan daerahnya disurati, kemudian surat itu juga disampaikan juga pada Polres Agam dan Tanah Datar, serta Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Agam dan Tanah Datar,” ujarnya.

Menurut Warseno, surat rekomendasi itu berisikan seluruh aktivitas yang terjadi di Gunung Api Marapi setiap minggunya, diantaranya aktivitas letusan, hembusan, gempa tremor, gempa vulkanik, gempa tektonik, serta gempa tornillo.

“Dengan adanya surat rekomendasi ini, Pemerintah Daerah di dua Kabupaten mengetahui bagaimana perkembangan aktivitas Gunung Api Marapi, maka dari itu sudah kewajiban pemerintah menyampaikannya pada masyarakat,” terangnya.

Warseno menegaskan, apabila masyarakat dan pendaki masih melakukan pendakian pada malam pergantian Tahun Baru 2016 ke puncak Gunung Api Marapi bukan lagi tanggung jawab PVMBG, karena sudah diingatkan melalui surat rekomendasi yang disampaikan setiap minggu.

“Masyarakat dan wisatawan tidak diperbolehkan mendaki Gunung Api Marapi pada radius 3 KM dari kawah atau puncak gunung, mengingat kawah sebagai pusat letusan sumber keluarnya gas-gas vulkanik yang dapat membahayakan nyawa bagi pendaki,” tukasnya.

Warseno menambahkan, aktivitas letusan dan kegempaan terhadap Gunung Api Marapi hingga saat ini masih fluktuatif sehingga berbahaya bila dilakukan pendakian terhadap gunung.

Baca Juga :  Tingkatkan Rehabilitasi Jaringan Irigasi, Dinas PSDA Pessel Anggarkan Rp 13,7 m dari DAK

“Berdasarkan data Pos PGA Marapi Sumbar, semenjak tanggal 1 hingga 29 Desember 2016, Gunung Api Marapi Sumatera Barat telah mengalami beberapa kali aktivitas vulkanik, diantaranya, 1 kali letusan pada 9 Desember 2016, 9 kali hembusan, gempa tremor nihil, 5 gempa vulkanik dangkal (VB), 3 gempa vulkanik dalam (VA), 27 kali gempa tektonik jauh (TC), 10 gempa tektonik lokal (TL), serta nihil gempa tornillo,” jelasnya.

Menurut Warseno, aktivitas vulkanik ini menandakan adanya pergerakan vulkanik dari dalam gunung, dan Gunung Marapi Api bisa saja meletus kapan saja tanpa mengenal waktu.

Gunung Api Marapi yang berdampingan dengan Gunung Singgalang dan Tandikek tersebut menjadi salah satu tujuan bagi pendaki dari dalam maupun dari luar Sumatera Barat, bahkan setiap momen pergantian tahun baru, Gunung yang memiliki tinggi 2.891 meter di atas permukaan laut tersebut selalu ramai oleh pendaki.

“Akses pendakian pada Gunung Api Marapi mudah dicapai, mengingat jalur pendakian yang dimulai dari dari daerah Koto Baru Kabupaten Tanah Datar itu tertata dengan baik, dan juga merupakan area konservasi di Sumatera Barat yakni Suaka Alam Merapi, termasuk adanya jalur pendakian baru di Nagari Air Angek yang terletak diantara Gunung Marapi dan Gunung Singggalang,” sambungnya. (Adek)

Bagikan:
Tags: , ,



No Responses

banner 750x100