Salut, Guru SD Cantik Ini Hanya Mengajar 2 Murid | Redaksi Sumbar

Salut, Guru SD Cantik Ini Hanya Mengajar 2 Murid

Salut, Guru SD Cantik Ini Hanya Mengajar 2 Murid Dibaca : 1415 Kali
Bagikan:

AGAM, RedaksiSumbar.com – Alasan utama bagi Aswilda Nelwati, gadis cantik yang mengabdikan hidupnya di SD N 22 Sipinang ternyata bukanlah honor yang besar. Tiga bulan mengajar, dia hanya menerima gaji sebesar
Rp 500 ribu saja perbulannya.

“Untuk saat ini, hingga beberapa tahun ke depan saya ingin mengabdi di sini dulu, belum kepikiran pindah ke daerah lain,” ucapnya yakin.

Alasan lainnya bagi Win, sapaan akrab Aswilda Nelwati, dia khawatir seiring terus berkurangnya tenaga guru dan menurunnya jumlah murid, SD N 22 Sipinang yang sudah membesarkannya itu bakal digabung dengan SD N 11 Sipinang yang berjarak sekitar 2 kilometer dari rumahnya.

“Kalau tidak ngajar disini murid terancam dipindahkan ke SD tetangga. Selain jauh dari rumah, bagi mereka akan sangat berbahaya,” kata dara cantik yang juga pernah mengeyam pendidikan sekolah dasar di SD N 22 Sipinang tahun 1998 silam itu. Baginya, mengabdi di kampung halaman merupakan ajang belajar sambil mengajar. Setelah tamat kuliah di STKIP PGRI Gunung Pangilun Kota
Padang, dia ingin mempraktikkan ilmunya kepada para murid di kampungnya itu.

“Tahun 1998 silam, teman saya hanya enam orang satu angkatan, total ada sekitar 30 murid kala itu. Bagi kami kekeluargaan adalah segalanya,” tuturnya.

Saat ini jumlah murid SD N 22 Sipinang secara keseluruhan berjumlah 12 orang atau hanya selusin saja. Selain itu, SD ini letaknya juga terpencil, cukup jauh dari Ibukota Kabupaten Agam maupun Pusat Kota Bukittinggi. Untuk menempuhnya, lokasi sekolah ini berada kira-kira 15 Kilometer dari Kantor Camat Matur dan 5 Kilometer menjelang Kantor Camat Palembayan.

Ditanyakan suka-duka sebagai guru honorer di SD N 22 Sipinang, Win mengakui minimnya fasilitas masih menjadi faktor utama. “Pendukung proses belajar mengajar masih serba terbatas. Kami belum memiliki akses internet yang baik untuk dikenalkan kepada murid, jumlah buku juga seadanya saja. Dibandingkan dengan SD di kota, kami masih tertinggal. Namun bicara soal mutu dan kepintaran murid silakan diuji,” papar Win.

Baca Juga :  Pergi Tanpa Sarapan, Bujang Tewas Saat Berburu Babi

Dipuji mengenai kecantikannya, ternyata gadis kelahiran 30 November 1992 silam ini cukup rendah hati. “Jika ada yang bilang saya bunga desa di kampung ini, rasanya masih banyak yang lebih cantik dari saya yang juga menetap di sekitar sini,” ungkap si bungsu dari lima bersaudara ini. [Loni Hendri]

Bagikan:
Tags: ,
Solok Selatan dalam Berita

No Responses


close