Harga Sembako di Bukittinggi Stabil

Harga Sembako di Bukittinggi Stabil
Walikota Bukittinggi Ramlan Nurmatias melakukan pengecekan harga kebutuhan sembilan bahan pokok (sembako) di salah satu pasar Bukittinggi. (Istimewa)
Bagikan:




BUKITINGGI, RedaksiSumbar.com – Walikota Bukittinggi Ramlan Nurmatias bersama Badan Urusan Logistik (Bulog) dan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait melakukan inspeksi mendadak (sidak) harga kebutuhan pokok di pasar tradisional pasar bawah bawah Kota Bukittinggi, Rabu, 25 April 2018.

Berdasarkan hasil pantauan Pemerintah Kota Bukittinggi, harga kebutuhan pokok di pasar tradisional masih dalam kondisi stabil, tidak ada terjadi lonjakan yang signifikan, serta berkoordinasi dengan sejumlah pedagang dan menanyakan langsung berapa harga jual kebutuhan pokok.

Ramlan Nurmatias mengatakan, sidak ini dilakukan untuk memantau harga kebutuhan pokok, sekaligus mengantisipasi terjadinya lonjakan harga terutama menjelang Ramadhan dan Idul Fitri 1439 Hijriah.

“Kondisi biasanya menjelang masuknya bulan suci Ramadhan dan Idul Fitri sejumlah kebutuhan pokok sudah merangkak naik, seperti beras, daging dan cabe sehingga menimbulkan inflasi di Kota Bukittinggi, maka dari itu kegiatan ini rutin dilaksanakan sebagai antisipasi naiknya harga yang dikhawatirkan masyarakat. Dari hasil pantauan dan perbincangan dengan para pedagang, harga kebutuhan pokok pada umumnya belum ada lonjakan harga yang drastis, masih dapat diterima oleh masyarakat sebagai pembeli, seperti halnya beras yang merupakan kebutuhan yang sangat pokok bagi masyarakat, harganya masih normal, apabila beras Bulog tidak beredar di pasaran, kemungkinan harga beras lokal bisa saja naik, karena beras Bulog dijual dengan harga yang telah ditentukan, sehingga dapat menetralisir harga beras,” papar Walikota.

Pemerintah Kota Bukittinggi sebutnya, juga akan melakukan pemantauan bila ada pedagang atau distributor yang menahan barang dagangan, dan mengeluarkan saat harga naik, apabila nanti ditemukan pelaku akan ditindak tegas.

“Khusus cabe merah keriting, pengawasannya akan dioptimalkan, karena cabe menjadi salah satu produk penyebab utama inflasi di Provinsi Sumatera Barat termasuk di Kota Bukittinggi, karena masyarakat sangat membutuhkan cabe sebagai campuran masakan untuk lauk pauk, kebutuhannya sangat tinggi, maka dari itu harganya sering berfluktuasi di pasaran,” agar kenaikan harga tidak terjadi saat Ramadhan dan Lebaran nanti, Pemko Bukittinggi akan mengundang pedagang untuk berkumpul, guna membicarakan persoalan yang dihadapi, sehingga dapat dicarikan solusi penyelesaian, sekaligus dalam hal ini meminta pedagang untuk menjaga kestabilan harga kebutuhan di pasaran,” terangnya.

Sementara itu penuturan dari sejumlah pedagang, harga kebutuhan masih cenderung stabil, kalaupun ada kenaikan harganya tidak terlalu mencolok, masih dalam batas wajar.

Seperti yang diungkapkan salah seorang pedagang beras bernama Yeni, harga beras Kuriak Kusuik Rp13 ribu per kilogram, beras medium yang diedarkan Bulog dengan harga Rp9.950 per kilogram. Sementara itu untuk beras Randah Putiah seharga Rp12 ribu per kilogram, serta beras Sokan Rp11 ribu per kilogram.

“Sedangkan untuk beras pulut atau ketan bervariasi, untuk kategori lokasl dijual dengan harga Rp30 ribu per kilogram, sedangkan harga beras ketan impor dari Thailand lebih murah, berkisar antara Rp14 ribu hingga Rp16 ribu per kilogram,” sebutnya.

Sementara itu, pedagang daging di los daging Pasar Bawah Andi mengatakan, harga daging sudah bertahan selama dua tahun terakhir, yakni Rp130 ribu per kilogram dan permintaan daging biasanya akan meningkat saat lebaran nanti. Sementara untuk tulang sup dijual seharga Rp30 ribu per kilogram.

“Stabilnya harga daging ini, tidak terlepas dari stabilnya pasokan daging sapi lokal dari daerah tetangga, dan sudah banyaknya petani di Bukittinggi yang beternak sapi,” katanya. [RUD]




Bagikan:
Topik: , , , ,
Loading...