Hj Emma Yohanna : Energi Baru dan Terbarukan Sumbar Melimpah

Hj Emma Yohanna : Energi Baru dan Terbarukan Sumbar Melimpah
Anggota Komite II DPD RI, Emma Yohanna bersama Kepala ESDM Sumbar, Herry Martinus didampingi stafnya, di ruangannya, (30/1) pagi. (Istimewa)
Bagikan:




PADANG, RedSum – Sumatera Barat memiliki potensi energi baru dan terbarukan melim­pah. Sayangnya, tidak tergarap secara maksimal. Penyebabnya belum adanya sinergitas antara masyarakat dengan investor.

Alhasil, sering terjadi penolakan ketika investor ingin menggarap sumber energi yang ada.

Hal itu terpapar dalam kunjungan kerja (kunker) Anggota Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI), Emma Yohanna ke Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Sumbar, Selasa (30/1). Kedatangaannya disambut hangat, Kepala Dinas ESDM Sumbar, Herry Martinus dan beberapa kepala bidangnya.

“Dari data yang kita dapat, potensi energi baru dan terbarukan kita di Sumbar sangat melimpah. Kita yang dikelilingi gunung, bukit barisan menyimpang potensi energi geothermal atau panas bumi yang bermega-mega watt. Sudah terdeteksi dan sudah ada yang mulai digarap. Hanya saja, kita lihat timbul penolakan dari masyarakat. Hal ini menjadi cacatan bagi kita ketika rapat sepu­lang kunker ini,” kata Anggota Komite II, DPD RI asal Sumbar, Emma Yohanna kepada awak media.

Menurutnya, penolakan masyarakat terhadap eksplorasi geothermal di Kabupaten Solok beberapa waktu lalu dikarenakan tidak adanya sinergitas antara masyarakat dengan investor.

Ia menyarankan, investor harus melibatkan masyarakat karena  disana ada hak ulayat dan lainnya. Jika sudah dilibatkan tentunya masyarakat akan menerima kedatangan investor.

“Setidaknya, investor itu mengucapkan salam pada masyarakat setempat. Mereka yang datang harusnya minta izin dulu. Jangan mentang-mentang sudah punya izin, bisa seenaknya tidak memperha­tikan keberadaan masyarakat setempat. Hal ini harus menjadi catatan bagi investor,” katanya.

Disamping itu, masyarakat kata Emma, harus menerima kedatangan investor. Mereka yang datang itu, tentunya akan membawa banyak keuntungan dan kemajuan bagi daerah tersebut. Kegiatan investasi sudah barang tentu akan berdampak maju bagi masyarakat.

“Masyarakat harus paham juga bahwa investor datang untuk memajukan daerah. Ada kepentingan yang lebih luas lagi yaitu kepentin­gan negara Indonesia. Dengan demikian, masyarakat juga dituntut bisa menerima kedatangan investor demi kemajuan daerah,” jelasn­ya.

Emma menyebutkan untuk geothermal setidaknya ada beberapa daerah yang berpotensi seperti Sumani Kabupaten Solok, Cubadak Pasaman Barat serta beberapa daerah lain sepanjang Bukit Barisan. Bukan hanya geothermal masih banyak energi baru dan terbarukan yang dimiliki Sumbar seperti gas di Sijunjung, tenaga surya, tenaga angin, energi dari limbah sawit dan lainnya.

“Kalau yang sangat potensial saat ini memang panas bumi dan gas. Kita memilikinya dan sudah seharusnya bisa digarap maksimal,” katanya. [Red]




Bagikan:
Topik: , ,
Loading...