Hj. Emma Yohanna Tinjau Demplot Bawang Merah Di Kota Padang

Hj. Emma Yohanna Tinjau Demplot Bawang Merah Di Kota Padang
Tampak anggota DPD RI sedang berada di lokasi Demplot Bawang Merah bersama para petani. [RED]
Bagikan:




PADANG, RedaksiSumbar.com – Pemerintah Kota Padang dengan BPTP Balitbangtan Sumatera Barat jalin kerja sama dalam pengembangan Demplot Teknologi Produksi Bawang Merah Dataran Rendah. Hal ini merujuk akan tungginya kebutuhan Bawang Merah Kota Padang hampir 4.000 ton pertahun.

Ironisnya, di daerah yang menjadi Ibukota Provinsi Sumatera Barat ini tidak ada produksi Bawang Merah. Sehingga, rentan mempengaruhi inflasi.

Namun, peluang produksi Bawang Merah saat ini mulai terbuka, menyusul kerjasama Pemko Padang dengan BPTP Balitbangtan Sumatera Barat dalam pengembangan Demplot Teknologi Produksi Bawang Merah Dataran Rendah.

Pengembangan Demplot Teknologi Produksi Bawang Merah ini diujicoba pada lahan seluas 2 hektar di Kelurahan Koto Panjang Ikua Koto, Kecamatan Koto Tangah, Kota Padang. Dengan pemilihan bibit dan sistem pemupukan serta pengendalian hama yang inovatif, sehingga tanaman Bawang Merah yang diperkirakan tidak cocok di Padang rupanya mendapatkan hasil mencengangkan.

“Bawang merah yang diperkirakan tidak cocok di Kota Padang ternyata dengan inovasi teknologi yang dikembangkan ternyata hasilnya tidak kalah dengan bawang merah yang ada di daerah lain,” kata Walikota Padang Mahyeldi Ansharullah.

Walikota Padang mengatakan, keberhasilan menanam bawang merah ini, berarti Kota Padang memiliki konsep pertanian perkotaan yang dapat menunjang kebutuhan terhadap bawang merah sendiri. “Selama ini kita mendatangkan bawang dari luar Kota Padang. Kenapa tidak dicoba menanam di Kota Padang sendiri. Terbukti hasilnya lebih bagus,” ujar Mahyeldi.

Sementara itu pengelola demplot yang juga Kepala Bagian Perekonomian Setda Kota Padang Edi Dharma menyebutkan, bawang merah dari varietas Kramat 1, Maja, Pikatan dan Biru Lancor dicoba menanam ternyata bisa tumbuh baik dalam cuaca ekstrim seperti yang terjadi belakangan di Kota Padang. Bahkan, bisa panen sebulan lebih cepat.

“Bila di daerah lain seperti di Solok, Bawang Merah panen sampai tiga bulan namun sekarang bisa panen 55 hari,” katanya.

Edhi optimis dengan pemanfaatan lahan yang selama ini tidur untuk tanaman bawang merah akan mampu memasok kebutuhan Kota Padang. “Dengan produksi bawang merah sendiri, kebutuhan Kota Padang nantinya dapat dipenuhi. Inflasi juga bisa dikendalikan,” tutup Edi.

Terpisah anggota DPD RI asal Sumbar, Emma Yohanna, mengapresiasi langkah kerja sama antara Pemko Padang dengan BPTP Balitbang Sumbar yang bekerja sama dalam pengembangan tanaman Bawang Merah.

“Ini suatu kebanggan bagi kita semua terkhusus Kota Padang. Karena, sudah memiliki lahan pertanian tanaman Bawang Merah yang tak kalah dengan daerah lainnya,” kata Emma Yohanna.

Pada panen perdana ini, turut hadir anggota DPD RI Emma Yohana, Sekda Kota Padang Asnel, Kepala Dinas Pertanian Provinsi Sumbar Candra, Kepala Dinas pertanian Kota Padang dan sejumlah jajaran SKPD serta Camat Koto Tangah. [RED]




Bagikan:
Topik: , , ,
Loading...