Imbas Ekonomi Jeblok, Pedagang ‘Curhat’ Dengan Andre Rosiade

Imbas Ekonomi Jeblok, Pedagang ‘Curhat’ Dengan Andre Rosiade
Salah seorang pedagang menumpahkan keluh kesah di hadapan Andre Rosiade saat melakukan tatap muka di kawasan Pujasera Pantai Padang. (Istimewa)
Bagikan:




PADANG – Target pemerintah untuk meningkatkan nilai ekonomi menjadi tujuh hingga delapan persen ternyata hanya isapan jempol semata. Pasalnya, negara hanya mampu mewujudkan sebesar lima persen saja.

Hal tersebut diutarakan oleh anggota Badan Komunikasi Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) Andre Rosiade saat melakukan tatap muka di hadapan puluhan pedagang Pujasera Pantai Padang, Kecamatan Padang Barat, Kota Padang, Sumatera Barat pada Sabtu, 15 September 2018 malam.

Menurut pria berkepala plontos tersebut, dirinya meminta kepada pedagang untuk secepatnya melayangkan surat kepada Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Padang agar permasalahan tersebut tidak berkepanjangan.

“Pedagang mengeluh bahwa mereka sulit mencari nafkah dan sedikit sekali pengunjung yang datang karena fasilitas kurang. Saya memastikan telah meminta kepada Ketua DPRD Kota Padang dan ketua Fraksi Partai Gerindra Kota Padang untuk segera menindak lanjuti apa yang dirasakan oleh pedagang tersebut,” ucap Andre.

Andre Rosiade. (Istimewa)

Ketika disinggung mengenai tatap muka dengan pedagang terkait isu ekonomi yang ingin ditonjolkan oleh pihaknya, Andre tidak menampik. Menurutnya, hadirnya Prabowo Subianto dan Sandiaga Salahuddin Uno sebagai calon presiden (capres) dan cawapres (cawapres) untuk menawarkan perubahan ekonomi ke arah yang lebih baik.

“Mengadvokasi pedagang Pujasera merupakan bagian dari komitmen kami (Gerindra, red) untuk membela kepentingan masyarakat. Jika mereka berjualan secara normal maka ekonomi akan tumbuh dengan baik dan bisa berkontribusi terhadap pembangunan daerah,” tuturnya.

Sementara itu, Ketua Pedagang di Pujasera Pantai Padang, Akhiyanti mengaku sejak direlokasi dari bibir Pantai Padang, pendapatan pedagang turun drastis. Dirinya mengklaim sejak dipindahkan pada 13 November 2017 silam seakan dipaksakan secara paksa.

“Kami bingung dengan jalan pikiran pemerintah ini dan masih meminta ketegasan dari dinas ataupun instansi terkait. Hanya sekedar merelokasi tanpa ada tindak lanjut berarti sata fikir akan sia-sia belaka,” ujar Akhiyanti.

Di Pujasera, sebut perempuan paruh baya tersebut, terdapat 48 pedagang dengan total slot yang hanya berjumlah sekitar 38 unit. “Artinya dalam satu slot ada dua pedagang yang menempati, sementara luas slot itu tidaklah besar-besar amat. Jika bisa, kami meminta dipindahkan lagi atau dicarikan tempat yang lebih pas posisinya agar pengunjung kembali ramai berkunjung,” tambahnya.

Selain mendengarkan keluhan pedagang di Pujasera Pantai Padang, dirinya juga menyinggung terkait dengan aktifitas kemanusiaan yang selama ini dilakukan oleh Padang Baywatch. Sebagai tim kemanusiaan yang dinilai telah berkontribusi banyak, dirinya juga meminta kepada Padang Baywatch untuk melakukan hal serupa.

“Tujuannya adalah agar mereka bisa mendapatkan dana hibah dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Padang pada tahun 2019 mendatang. Kontribusi mereka selama ini kan sudah tidak perlu diragukan lagi dan eksistensi mereka sudah bisa diketahui bersama-sama. Kami secara pribadi juga telah memberikan sedikit bantuan untuk operasional mereka sehari-hari,” tutupnya.




Bagikan:
Topik: , , ,
Loading...