Indonesia Ekspor Rumput Laut ke AS Hingga 2023

Indonesia Ekspor Rumput Laut ke AS Hingga 2023
Ilustrasi. (Istimewa)
Bagikan:

JAKARTA, RedaksiSumbar.com – Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri Kementerian Perdagangan Oke Nurwan menegaskan pasar ekspor rumput laut asal Indonesia ke Negeri Paman Sam berhasil diamankan.

Hal tersebut terbukti masuknya kembali produk ekstraksi rumput laut oleh Departemen Pertanian Amerika Serikat (USDA) ke dalam daftar pangan organik pada 4 April 2018. Dengan demikian, ekspor rumput laut Indonesia ke AS dan turunannya dapat terus berlanjut.

Keputusan ini mulai berlaku efektif mulai 29 Mei 2018 dan akan berlaku hingga 29 Mei 2023. Keputusan ini juga merupakan Notifikasi Sunset Review 2018 yang memperbarui 17 bahan pangan dan organik dalam dalam daftar produk-produk yang diizinkan dan dilarang secara nasional di AS (National List of Allowed and Prohibited Substances).

“Keputusan untuk memasukkan kembali karagenan ke daftar pangan organik AS merupakan angin segar bagi pelaku usaha rumput laut Indonesia, terutama petani kecil dan pelaku industri rumput laut. Indonesia dapat terus mengekspor rumput laut dan produk turunannya sebagai salah satu produk ekspor andalan kelautan ke AS,” ungkap Oke.

Oke juga menyampaikan bahwa Departemen Pertanian AS menemukan bukti yang cukup kuat bahwa karagenan terus diperlukan dalam proses proses produk pertanian karena tidak tersedianya alternatif pengganti yang sepenuhnya alami.

“Selain itu, Departemen Pertanian AS mendapat laporan bahwa pengganti potensial seperti gellan gum, guar gum, atau xanthan gum tidak memadai dalam mereplikasi fungsi khusus yang dimiliki karagenan di seluruh lingkup penggunaannya dalam berbagai produk pertanian. Untuk itu, karagenan tetap memenuhi kriteria kebijakan Organic Foods Production Act AS tahun 1990 untuk dimasukkan ke dalam Daftar Nasional AS,” jelas Oke.

Sebelumnya, ekspor rumput laut dan produk olahan rumput laut ke AS dari negara-negara mitra dagangnya terancam dengan rekomendasi yang dikeluarkan Badan Standardisasi Organik Nasional (National Organic Standards Board/NOSB) AS untuk mengeluarkan karagenan dari daftar pangan organik (delisting) yang disampaikan pada pertemuan ‘Sunset Review National List 2018’ November 2016 lalu.

Dengan tetap masuknya karagenan dalam produk pangan organik AS, maka potensi nilai ekspor Indonesia sebesar USD207,33 juta atas produk rumput laut dan turunannya dapat terselamatkan. Nilai ini bahkan masih dapat terus meningkat.

Direktur Pengamanan Perdagangan Pradnyawati menyampaikan beberapa langkah yang dapat dilakukan agar karagenan dapat terus masuk dalam daftar produk pangan organik AS pada hasil Sunset Review AS di tahun 2023.

“Langkah-langkah tersebut, diantaranya melalui pembenahan sektor rumput laut dalam negeri dengan cara mengembangkan bibit kultur jaringan yang berkualitas. Selain itu, dengan mendorong budidaya rumput laut dan industri olahan rumput laut bersertifikasi organik yang diakui negara mitra dagang dan terus melakukan kampanye positif di media sosial untuk melawan gencarnya sentimen negatif antikaragenan, khususnya di AS,” jelas Pradnyawati. [Red]

 

Sumber : Kemendag




Bagikan:
Topik: , , , ,
Loading...