Ini Modus PT PDR Mengedarkan Mie Kadaluarsa

Ini Modus PT PDR Mengedarkan Mie Kadaluarsa
Bagikan:




NASIONAL, RedaksiSumbar.com – Balai Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BBPOM) Padang bersama Direktorat Narkoba Polda Sumbar menemukan gudang pengemasan ulang mie instan kadaluarsa, Senin (4/12/2017). Gudang pengemasan ulang mie instan kadaluarsa atas nama PT PDR yang terletak di kawasan By Pass Km 23 Kecamatan Lubug Begalung.

“Pemeriksaan oleh Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) BBPOM Padang dilakukan menindaklanjuti laporan masyarakat. Kami berkoordinasi dengan Direktorat Narkoba Polda Sumbar,” jelas Martin Suhendri, Kepala BBPOM Padang kepada wartawan, Selasa (5/12/2017) di Kantor BBPOM Padang.

Disebutkan Martin, dalam pemeriksaan selama lima jam tersebut ditemukan mie instan dengan kondisi rusak dan kadaluarsa sebanyak 134 dus dan 385 bungkus. Penyidik juga menemukan 213 karung mie instan sebanyak 20 kg yang sudah dikemas ulang ke dalam karung dengan berat total 4,2 ton. Kalau dinilaikan secara ekonomi dalam bentuk rupiah sedikitnya ada sekitar Rp13.419.000,-.

Pemeriksaan dan penyitaan dilakukan PPNS Balai Besar POM untuk mencegah terjadinya peredaran mie isntan kadaluarsa di Kota Padang. Catatan GoSumbar, mie instan kadaluarsa yang ditemukan di PT PDR bermerek Mie Sedap. “Balai POM akan mengembangkan kasus ini, tentunya berkoordinasi dengan Polda Sumbar serta instansi terkait,” tambah Martin.

Berdasar pengamatan penyidik, modus PT PDR dalam memasarkan mie instan kadaluarsa dengan cara menggunakan kemasan baru dan memberi stempel kadaluarsa tahun 2018. Kemudian, lanjut Martin, modus lain yang dipakai apabila kondisi mie instan tersebut sudah terpisah maka pelaku memasukannya ke dalam karung.

BBPOM akan melakukan pemeriksaan terhadap pemilik PT PDR tersebut. Pemilik akan dipanggil untuk dimintai keterangan. “Sedang kita kembangkan penemuan barang yang kadaluarsa. Kita akan cek, pemilik barangnya baru akan wawancara pemeriksaan,” ujar Martin.

Sementara Wakil Direktur Narkoba Polda Sumbar, AKBP Yulmar Try Himawan menyebutkan pihaknya akan mengembangkan kasusnya. Namun, sebelum kasus ini dilanjutkan ke tahap penyidikan tentunya pelaku akan diperiksa terlebih dahulu. Disebutkan Wilmar, mengacu pada pasal pidana UU Pangan 18/2012.

Ketika ditanya menyangkut barang bukti yang ditemukan di lapangan, Wilmar berdalih barang tersebut ditemukan melalui distribusi. “Siapa yang bertanggungjawab tentu masih didalami,” terang Yulmar.

Pada kesempatan ini Martin mengimbau kepada masyarakat untuk waspada dan selalu memperhatikan kemasen, label dan tanggal kadaluarsa produk makanan yang beredar.[Red]

Bagikan:
Tags: , ,
Loading...

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Comments are closed.