Ini Penjelasan BMKG Tentang Gempa yang Berpusat di Pesisir Selatan Sumbar | Redaksi Sumbar

Ini Penjelasan BMKG Tentang Gempa yang Berpusat di Pesisir Selatan Sumbar

Ini Penjelasan BMKG Tentang Gempa yang Berpusat di Pesisir Selatan Sumbar
Bagikan:




Sumbar, RedaksiSumbar.com – Hari Senin, 9 Januari 2017, pukul 18.28 WIB, wilayah Pesisir Selatan Sumbar diguncang gempabumi tektonik.

Analisis pendahuluan BMKG menunjukkan bahwa gempabumi berkekuatan M=5.5 dengan episenter pada koordinat 1,69 LS dan 100,31 BT, tepatnya di laut pada jarak 64 km arah barat laut Pesisir Selatan Sumbar pada kedalaman 17 km. Hasil pemutakhiran analisa BMKG didapat bahwa gempabumi tersebut berkekuatan M=5,3 dengan kedalaman 69 km.

Peta tingkat guncangan (shakemap) BMKG menunjukan bahwa dampak gempabumi dirasakan hampir semua orang (skala SIG II yang setara dengan skala III – IV MMI) dapat terjadi pada daerah yang berdekatan dgn sumber gempa diwilayah Sumatra Barat, mulai Padang Panjang, Kota Padang, Batusangkar, Teluk Bayur, Pariaman,  Sungai Penuh sampai dengan Painan. Wilayah Bengkulu di daerah Muko-muko  juga merasakan serupa II SIG, sebagaimana sebagian besar kepulauan Mentawai seperti daerah tuapejat dan sekitarnya.

Selain itu gempa ini juga dirasakan luas di wilayah lain dengan intensitas lebih kecil antara II-III MMI. Hal ini sesuai dengan laporan masyarakat bahwa gempa ini dirasakan Pesisir Selatan II SIG-BMKG (IV MMI), Padang II SIG-BMKG (III-IV MMI), Pariaman II SIG-BMKG (III MMI), PadangPanjang-Bukittinggi I SIG-BMKG (II  MMI). Sampai saat ini belum ada laporan kerusakan dari lapangan.

Gempabumi Pesisir Selatan jika ditinjau dari kedalaman hiposenternya merupakan jenis gempabumi menengah, sehingga wajar jika guncangannya dirasakan dalam wilayah yang luas. Gempabumi ini terjadi akibat aktivitas Subduksi lempeng Indo Australia terhadap lempeng Eurasia. Dari hasil analisis mekanisme fokal, gempabumi ini mempunyai mekanisme sesar naik.

Patut disyukuri bahwa dengan kedalaman hiposenter di kedalaman menengah ini, dan kekuatan gempa yang relatif kecil, hasil modelling tsunami menunjukkan bahwa gempabumi ini tidak berpotensi tsunami. Hasil monitoring BMKG hingga saat ini belum terjadi gempabumi susulan. Untuk itu kepada masyarakat dihimbau agar tetap tenang, dan terus mengikuti arahan BPBD dan informasi dari BMKG.

Baca Juga :  Indonesia Indikator: Produktifitas Pemberitaan Sumbar Meningkat Tahun 2016

Khusus masyarakat di daerah pesisir pantai barat Pulau Sumatera dan sekitarnya dihimbau agar tidak terpancing isu mengingat gempabumi yang terjadi tidak berpotensi tsunami.(Red)

 




Bagikan:
Tags: , , ,



Berlangganan

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Tinggalkan Balasan

banner 750x100


close