Ini Sejumlah Kriteria Daerah Dikatakan Tertinggal

Ini Sejumlah Kriteria Daerah Dikatakan Tertinggal
Ilustrasi. (Dok: rri.co,id)
Bagikan:




PASAMAN BARAT, RedaksiSumbar.com – Kadis Kominfo Pasaman Barat, Dalpesri Bahar mengatakan, Kabupaten Pasaman Barat berada pada posisi urutan ke 29 se-Indonesia pada status daerah tertinggal. Masih berada pada posisi teratas dibandingkan Kabupaten Solok Selatan pada urutan 35 dan Mentawai pada urutan 70.

“Pada tahun 2019 nanti Pasaman Barat harus terlepas dari status daerah tertinggal. Karena, berdasarkan regulasi Perpres 131/2015 bahwa penetapan status daerah tertinggal hanya dapat dilakukan dalam kurun waktu sekali 5 tahun sesuai periodesasi Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN),” ujarnya, Kamis, 15 Februari 2018.

Adapun indikator dalam Penentuan Daerah Tertinggal sebutnya antara lain, perekonomian, dalam hal ini persentase penduduk miskin dan pengeluaran perkapita penduduk.

“Angka pertumbuhan ekonomi Pasaman Barat adalah 5,58 persen berada di atas rata-rata Sumbar pada angka 5,26 persen. Berada pada posisi ke 7 dari 19 Kabupaten Kota. Kabupaten Pasaman Barat termasuk Kabupaten yang Bagus dari sisi Perekonomian,” katanya.

Berdasarkan hasil evaluasi Kemendes PDTT serta dari survei Sosial Ekonomi Nasional, angka kemiskinan Pasaman Barat mengalami Penurunan yaitu tahun 2015 (7, 93 persen), 2016 (7, 40 persen), dan 2017 (7,26 persen).

“Angka kemiskinan kita masih lebih baik daripada angka kemiskinan Nasional dengan indeks 10,12 persen.

Lanjutnya, Sumber Daya Manusia (SDM) yang merangkum, angka harapan hidup rata-rata lama sekolah, dan angka melek huruf.

“Kita memang bermasalah karena terkait dengan pola perilaku masyarakat diantaranya fasilitas kesehatan yang sudah ada sampai ke kejorongan tidak dimanfaatkan masyarakat secara maksimal termasuk untuk persalinan, dari data Dinas Kesehatan hanya dimanfaatkan oleh 77,18 persen masyarakat, potensi sawit dan laut menyebabkan masyarakat lebih cenderung bekerja di perkebunan dan perikanan ketimbang bersekolah sehingga rata-rata lama sekolah kita hanya sampai kelas 2 SMP di angka 7,84 persen,” tuturnya.

“Kemampuan Keuangan Daerah. Kita masih sangat bergantung kepada Dana Transfer Pusat sementara kontribusi Pendapat Asli Daerah (PAD) yang hanya menyentuh angka sembilan persen pada tahun 2017. Salah satu penyebab adalah tidak adanya kontribusi perkebunan sawit swasta yang luasannya hampir 65 ribu hektar terhadap PAD,” sambungnya.

Terakhir katanya karakteristik daerah juga mempengaruhi ketertinggalan Pasaman Barat karena merupakan kawasan yang rawan bencana, persentase lahan kritis,  dan rawan konflik sosial pertanahan dan perkebunan.

“Kabupaten Pasaman Barat masih memiliki 14 Daerah Tertinggal dan 1 Daerah Terisolir. Ditahun 2019 mendatang, Kabupaten Pasaman Barat memiliki target lepas dari daerah tertinggal,” tutupnya. [Red]




Bagikan:
Topik: , ,
Loading...