Iron Maria Edi: Kewenangan Nagari Berdasarkan Hak Asal Usul

Iron Maria Edi: Kewenangan Nagari Berdasarkan Hak Asal Usul
Bagikan:




Foto:Iron Maria Edi, Wali Nagari Salaraih Aia, Kecamatan Palembayan, Kabupaten Agam. 

AGAM, Redaksisumbar.com – Terkadang menjadi fakta yang tak terbantahkan bahwa di Ranah Bundo Minangkabau, tersusun dari unit kesatuan yang ajek berdasarkan garis keturunan ibu atau dikenal juga dengan genealogis matrilineal, yaitu kaum atau suku. Setiap insan yang terlahir di tanah bertuah ini akan memberikan identitas alamiah yang mencantolkan sebuah karakter diri sebagai orang beradat, berkaum,bersuku, beragama.

Dari sel yang terkecil ini kemudian membentuk kesatuan dan jejaring yang mengikat secara vertikal dan horizontal, hingga menyatu kedalam sebuah kesatuan yang pakem dalam sebuah struktur adat, kemudian membentuk sebuah sistem adat yang disepakati dan ditanam, tumbuah dilambuak gadang dalam Alam Minangkabau.

Kelengkapan pengaturan yang diadopsi dari nilai 2 kepemimpinan inti didalam suku atau kaum, kemudian tumbuh dan berkembang sebagai wujud kolaborasi keberagaman yang terbentuk alamiah itu. Unsur Niniak mamak,  Alim ulama, Cadiak pandai menjadi sebuah fakta kehadiran sebuah suku atau kaum dimaksud. Dari kolaborasi antar banyak suku atau kaum membawa terciptanya banyak sistem pemerintahan adat yang bersifat lokal dan terhubung erat dengan sumberdaya alam dan manusianya.

Dari pengamatan kami yang telah lama berada di wilayah lokal Alam Minangkabau sistem ini masih eksis dan bersifat indak lakang dek paneh, indak lapuak dek hujan. Hanya saja person yang diamanahi sistem itu yang selalu bertukar dan berganti dalam khasanah patah tumbuah hilang baganti, dan atau kaciak baganti gadang balega sesuai dengan ciri masing-masing.

Sebuah kekayaan Nusantara dari Ranah Minang dengan ratusan Republik Mini yang terbentuk alamiah menopang Alam Minangkabau, akan kah semakin menjadi pudar dan tersamarkan dengan intervensi-intervensi sistem yang dianggap modern dewasa ini.  Namun yang jelas sistem modern itu sekarang membuka peluang khasanah budaya lokal ini kembali tumbuh dan berkembang dengan pointers kewenangan Desa atau Nagari, berdasarkan hak asal usul dalam UU nomor 6 tahun 2014, Tentang Desa.

Terus akankah peluang ini akan disikapi dengan sikap terbaik mengangkat marwah Struktur Adat itu oleh anak kemenakan pewaris suku atau kaum di pedesaan Sumatera Barat..? Tentu hanya bisa berharap disela ketergerusan waris yang disampaikan pada generasi muda Alam Minangkabau di Nagari-Nagari. Semoga Alam yang beradat ini menjadi betul mampu membawa maslahat bagi banyak insan yang terlahir di Ranah Bundo ini dan atau Bangsa.

[Red/Opini]

Foto: Iron Maria Edi,  Wali Nagari Salaraih Aia, Kecamatan Palembayan, Kabupaten Agam. 





Bagikan:
Loading...