ISPO Dan RSPO PKS PT. GMP Pasbar Perlu Dikaji Ulang | Redaksi Sumbar

ISPO Dan RSPO PKS PT. GMP Pasbar Perlu Dikaji Ulang

ISPO Dan RSPO PKS PT. GMP Pasbar Perlu Dikaji Ulang
Tim pengawasan Lingkungan Hidup Pasaman Barat dan Tim labor Bapelkes Sumbar sedang mengambil sampel air limbah. [Bisri Batubara]
Dibaca : 254 Kali
Bagikan:




PASAMAN BARAT, RedaksiSumbar.com – Ditemukannya aliran cairan limbah Pabrik Kelapa Sawit (PKS) PT. Grasindo Minang Plantations (GMP) ke paret diduga unsur kesengajaan. Pasalnya, aliran cairan limbah itu tanpa ada tanggul atau pembatas disekelilingnya.

Padahal, PKS PT. GMP yang tergabung dalam Wilmar Group ini termasuk salah satu perusahaan peraih Sertifikasi Indonesia Sustainable Palm Oil (ISPO) dan Roundtable on Sustainable Palm Oil (RSPO).

“Tidak seharusnya perusahaan itu melakukan pengaliran cairan limbah PKS nya ke paret. Walaupun PKS PT. GMP itu sudah memiliki pengolahan Bio Gas dan Land Aflikasi,” kata pengurus LSM Peduli Lingkungan Bumi Andalas (Pelindas) Arsalan, S.P kepada RedaksiSumbar.com, Kamis (11/5/2017).

Menurutnya, PKS PT. GMP perlu kajian ulang kembali terkait peraihan sertifikasi ISPO dan RSPO nya. Pasalnya, diduga tidak sesuai dengan yang diisyaratkan dan juga izin IPLC nya diduga belum ada.

“Kalau pengusaha masih melakukan pembuangan limbah cairnya ke paret tanpa memiliki izin Intalasi Pengelolaan Limbah Cair (IPLC) tentu sudah melanggar Peraturan Pemerintah Nomor 82 Tahun 2001 pasal 37 dijelaskan bahwa setiap penanggung jawab usaha dan atau kegiatan yang membuang air limbah cair ke sumber air wajib mencegah dan menanggulangi terjadinya pencemaran air dan pasal 40 ayat 1 lebih menjelaskan bahwa setiap usaha dan atau kegiatan yang membuang air limbah ke air atau sumber air wajib mendapat izin tertulis dari Bupati/Walikota,” tegasnya.

Untuk itu, diminta kepada Pemerintah Daerah Pasaman Barat, Pemerintah Provinsi Sumatera Barat juga ke Pemerintah Pusat agar menindak lanjuti temuan LSM ini. Karena, persoalan ini menyangkut permasalahan lingkungan hidup.

“Pemerintah diminta tegas dalam hal persoalan lingkungan hidup, agar kelestarian lingkungan hidup terjaga. Apalagi kita sudah dikepung dengan perkebunan kelapa sawit yang sangat luas,” sebutnya.

Baca Juga :  Satu Unit Rumah di Pasbar Ludes Dilalap Sijago Merah

Selain itu kata Arsalan, Land Aflikasi limbah cair PKS PT. GMP itu juga tidak optimal, karena banyak bak pit tidak terawat. Ditemukan juga areal Land Aflikasi (LA) diduga berada di lahan gambut.

“Kita tidak tau betul, apakah LA itu boleh di lahan gambut atau tidak, tapi yang jelas dilahan LA itu tidak satupun pokok kelapa sawit berdiri tegak melainkan condong dan miring, dan ini diduga lahan gambut,” terangnya.

Selain itu, Ketua Basis Serikat Petani Indonesia (SPI) Tanjung Pangkal, Novriadi,   mengatakan kalau PT. GMP ini belum layak menerima sertifikasi ISPO dan RSPO. Karena, masih banyak masalah yang tidak ada penyelesaian.

“PT. GMP ini masih bermasalah tentang tanah adat yang ada pada HGU PT. GMP. Sampai sekarang belum ada penyelesaian. Tapi persoalan tanah itu sudah dilaporkan ke Presiden RI secara langsung pada 28 April 2017 lalu,” terangnya.

Disamping itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Pasaman Barat, Edi Busti, mengatakan bahwa pihak PKS PT. GMP harus memasang tanggul dan stop pengaliran air limbah dari kolam itu ke paret. Agar, ekosistem air dan habitat yang ada di paret itu terselamatkan.

“Izin LA dan Bio Gas Metan itu memang sudah dimiliki oleh PKS PT. GMP, namun tidak sesukanya buang limbah ke paret. Hal ini sudah kita jadikan temuan dan akan ditindak lanjuti,” tegas Edi Busti.

Saat dikonfirmasi Staf Quality Control (QC) PKS PT. GMP, Jufrizal, didampingi Staf Lainnya Dani, mengatakan bahwa akan memperbaiki kolam limbah 8 itu secepatnya. Karena, kami menduga selama ini kolam 8 itu hanya difungsikan sebagai tempat penumpukan Solid atau kerak limbah dari kolam lainnya.

Baca Juga :  Bayang Pessel Fc Kandaskan Padang Panjang Dengan Skor Telak

“Kolam 8 itu sudah tidak difungsikan lagi, melainkan hanya tempat penumpukan Solid. Memang air dari kolam 8 tetap mengalir ke paret, apalgi dimusim hujan,” katanya.

Kita akan perbaiki semuanya dalam waktu dekat ini, semoga tidak ada lagi aliran air limbah ke paret. “kita akan pasang tanggul agar air limbah tidak keluar lagi,” ucapnya.

Selain itu kata Jufrizal, bak fit Land Aflikasi akan segera dibersihkan. Kita kan sama tau kalau PKS PT. GMP ini sudah ISPO dan RSPO.

“Sepengetahuan kita lahan LA tidak berada di lahan gambut, kalau masalah pokok kelapa sawit yang condong dan miring berkemungkinan lahan ini dulunya rawa yang dikeringkan,” kata Jufrizal. [Bisri Batubara]

Bagikan:
Tags: , ,



Solok Selatan dalam Berita

No Responses


close