Isu Penculikan Anak di Piai Dibantah Kapolsek Pauh | Redaksi Sumbar

Isu Penculikan Anak di Piai Dibantah Kapolsek Pauh

Isu Penculikan Anak di Piai Dibantah Kapolsek Pauh
Anton, ketika diperiksa oleh Kapolsek Pauh Kota Padang, Sumatera Barat. Foto: IST
Dibaca : 7057 Kali
Bagikan:

PADANG, RedaksiSumbar.com – Maraknya isu penculikan anak yang terjadi belakangan ini membuat setiap warga merasa was-was dan cemas dengan keberadaan orang baru yang memasuki kediaman mereka. Hal tersebut pulalah yang dialami oleh Anton (27), seorang pria yang diduga mengidap penyakit keterbelakangan mental, warga Simpang Polsek IV Jurai, Salido, Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat

Informasi yang berhasil dihimpun, Anton nyaris menjadi sasaran amukan kemarahan warga Piai Tangah, RT 03 RW 01 Kecamatan Pauh, Kota Padang, Sumatera Barat lantaran dirinya yang yang diduga akan mencuri anak seperti yang dihebohkan belakangan ini atau melakukan tindakan kriminal lainnya. Tindakan yang mencurigakan Anton ini sudah diamati oleh warga sejak pukul 15.00 WIB pada Minggu (26/3) lalu.

Pria dengan dua anak ini mendapat pukulan di sekujur tubuhnya dengan benda tajam dan tangan kosong lantaran dirinya yang mencoba kabur ketika warga hendak mengamankannya, sebelum pada akhirnya ketua RW setempat, Syamsuddin (62) membawa pelaku ke Mapolsek Pauh untuk diamankan dan diperiksa oleh petugas.

Di Polsek Pauh, pelaku yang hanya mengenakan singlet, celana jeans dan tangan kiri yang dipenuhi tato itu langsung dilarikan ke RS Bhayangkara Polda Sumbar untuk mendapat pengobatan. Sementara ratusan warga terlihat memenuhi halaman depan Polsek yang berada di kawasan Pasar Baru, Kecamatan Pauh ini karena penasaran dengan kejadian tersebut.

Penangkapan Anton sendiri ‘berhasil’ memancing isu penculikan anak yang terjadi di Kota Padang. Salah seorang netizen dalam akun media sosial facebook bahkan mengambil foto lokasi keramaian di Polsek Pauh dan mengunggahnya hingga isu itu berhembus dengan kencang.

Kapolsek Pauh, Kompol Alwi Haskar meminta masyarakat agar jangan menelan info yang beredar di sosial secara mentah-mentah dan ia sangat menyayangkan foto yang diunggah oleh salah seorang netizen tersebut langsung menjadi isu yang membuat kegaduhan.

Baca Juga :  Operasi Cipta Kondisi, Polresta Padang Amankan 28 Pengunjung di Lokasi Hiburan Malam

“Harusnya masyarakat lebih bijak lagi menggunakan sosial media, jangan secara sembarangan. Jika mendapatkan info yang masih sumir (belum jelas, red), konfirmasikan dulu ke pihak yang berwajib atau berwenang, jangan ditelan mentah-mentah informasi yang beredar,” sebut pria yang sudah tiga kali menjabat Kapolsek di wilayah hukum (wilkum) Polresta Padang ini.

Terkait pria yang mengalami keterbelakangan mental ini, pihaknya telah menyerahkan kepada pihak keluarga dan warga setempat juga bersedia agar pelaku tidak ditahan karena penyakit yang diidapnya dengan membuat surat pernyataan ke pihak kepolisian.

Anton sendiri mengaku bahwa dirinya tidak berniat untuk melakukan tindakan kriminal atau pencurian yang disangkakan kepada dirinya. Ia mengatakan hanya mencari temannya yang bernama Jimi di kawasan Piai, Kecamatan Pauh tersebut karena sudah lama tidak bertermu.

“Saya datang ke Padang ini jalan kaki pak, sumpah saya tidak ada mencuri. Ampun saya pak, ampun. Jangan tahan saya, saya tidak bersalah pak,” rintihnya pintanya kepada polisi.

Sebelumnya, Kapolresta Padang, Kombes Pol Chairul Aziz membantah bahwa Kota Padang sedang marak kasus penculikan anak. Ia menjamin bahwa sampai sejauh ini, pihaknya belum mendapatkan laporan terkait kasus tersebut. “Isu penculikan anak yang beredar di sosial media ini sangat sangat deras dan membuat kita risih. Kami memastikan, bahwa untuk Kota Padang sampai sejauh ini belum ada kasus yang demikian,” ujarnya. [Regan Geovani]

Bagikan:
Tags: , , , , ,
Solok Selatan dalam Berita

No Responses


close