Iven Pacu Kuda Di Dang Tuanku Bukit Gombak, Tanah Datar Terancam Batal

Iven Pacu Kuda Di Dang Tuanku Bukit Gombak, Tanah Datar Terancam Batal
Suasana mediasi, terkait tapal batas Nagari Baringin, Tanah Datar.
Bagikan:

TANAH DATAR, RedaksiSumbar.com – Pasca dicopotnya spanduk penyegelan Ulayat Pusako Tinggi masyarakat Bukit Gombak oleh sekelompok oknum, walaupun dipasang kembali di Saruaso. Namun, hal itu membuat suasana semakin memanas.

Terungkapnya hal itu, setelah diadakannya pertemuan Ninik Mamak dan warga Nagari Baringin khususnya Jorong Bukit Gombak dengan bupati, Minggu (8/10/2017) di Gedung Indo Jalito. Dimana, masih bersikeras ingin tetap menolak pelaksanaan iven pacu kuda di Lapangan Dang Tuanku Bukit Gombak, Nagari Baringin, Kecamatan V Kaum, Tanah Datar.

Karena, ini suatu penghinaan yang menyakitkan bagi ninikmamak dan warga bukit gombak.

Turut hadir dalam undangan silatulrahmi antara Bupati Tanah Datar, Ninikmamak,lembaga unsur Nagari Baringin, Wali Jorong sekenagarian Baringin, pemilik ulayat, Sekretaris Nagari, Kabag Ops Polres Tanah Datar, Sekretaria Pemkab Tanah Datar, Asst I, OPD terkait dan Camat V Kaum.

Ketua KAN Baringin Malin Marajo mengatakan, pasca pencopotan spanduk penyegelan oleh oknum warga Saruaso, hanya sesaat sesudah pemancangan membuat suasana Jorong Bukit Gombak memanas.

Ninik mamak mengaku, tidak bisa lagi membendung para pemuda untuk bertindak. Bila pacu kudo tetap di paksakan, maka sudah di pastikan akan terjadi gesekan diantara kedua kelompok.

“Jangan pernah mengambing hitamkan warga Baringin, bila terjadi hal-hal yang tidak di inginkan, kami tidak akan pernah menghalang-halangi. Buat saja, kegiatan tahunan tersebut, tapi mohon di selesaikan dulu tapal batas kedua Nagari, agar tidak ada saling menganggu lagi,” katanya.

Diminta, pelaksanaan pacu kuda di undur sampai selesainya sengketa. Sebagai pemilik ulayat Ninik mamak Nagari Baringin tidak ridho, bila panitia tetap mengelar iven di atas luka dan hinaan sekelompok oknum.

Disamping itu, Ketua Pordasi, Roni Elisman,sekaligus Ketua Panitia Pelaksana pacu mengatakan, melihat riak yang berkembang dan belum adanya izin dari ninik mamak selaku pemilik ulayat ada baiknya pacu kuda di tiadakan dulu. “Tetapi bila ada dukungan semua pihak, walaupun waktunya sangat pendek, seluruh panitia berusaha maksimal akan mensukseskan iven tahunan ini,” jelasnya.

Sementara Kabag Ops Polres Tanah Datar, Yon Hendri mengatakan, belum ada tindakan pihak berwajib terhadap oknum. Karena, belum adanya laporan secara resmi oleh warga Jorong Bukit Gombak kepada Polisi.

“Untuk itu dihimbau, agar warga membuat laporan resmi tentang pengrusakan dan pencurian spanduk penyegelan. Hal itu merupakan, dasar bagi polisi untuk melakukan penyelidikan dan penyidikan sesuai UU yang berlaku,” sebutnya.

Bupati Tanah Datar, Irdinansyah Tarmizi mengatakan siap mempertaruhkan jabatannya untuk menyelesaikan sengketa tapal batas Nagari Baringin dan Saruaso. Pasalnya, penyelesaian sengketa tapal kedua nagari sangat penting baginya.

“Saya siap meletakan jabatan sebagai bupati, bila stafnya tidak memulai penyelesaian sengketa,” tegas Bupati.

Karena ini membutuhkan proses, diminta Ninik mamak dan warga Nagari Baringin bersabar, karena ini tidak bisa terburu-buru.

“Mengenai pelaksanaan pacu kuda, bupati akan mengatakan akan membawanya dalam rapat Forkopimda, apapun hasil keputusan Forkopimda diharapkan semua pihak yang terkait agar dapat mematuhinya,” lebih ditegaskan bupati. [Red]

Bagikan:
Tags: ,
Loading...

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Tinggalkan Balasan