Jalan Dari Dana Desa Rusak Akibat Proyek Embung, Wali Nagari Minta Ganti Kerusakan

Jalan Dari Dana Desa Rusak Akibat Proyek Embung, Wali Nagari Minta Ganti Kerusakan
Jalan yang dibuat menggunakan Anggaran Dana Desa (ADD) di Dharmasraya meski belum berumur satu tahun. IST.
Bagikan:




DHARMASRAYA, RedaksiSumbar.com – Wali Nagari Gunung Selasih, Kecamatan Pulau Punjung, Kabupaten Dharmasraya, Edi Sahroni meminta kepada PT Belimbing Sriwijaya untuk segera memperbaiki kerusakan jalan sepanjang dua kilometer yang dibangun dari Anggaran Dana Desa (ADD) Pemerintah RI tahun 2017.

”Mereka harus memperbaiki kerusakan jalan tersebut akibat kendaraan proyek pembangunan embung yang melewati jalan yang baru saja kami bangun bersama masyarakat dari dana desa sebagai bentuk tanggung jawab dari pihak perusahaan tersebut,” ucap Edi kepada RedaksiSumbar.com, Selasa (19/10/2017).

Menurutnya, pihaknya memang telah bertemu dengan pengawas proyek di lapangan untuk membicarakan jalan yang rusak akibnat kendaraan pembangunan embung yang juga untuk kepentingan masyarakat setempat tersebut. ‘Sudah ada perjanjian antara pihak PT Belimbing Sriwijaya dengan pihak nagari dan jorong bahwa mereka bersedia memperbaiki jalan tersebut seperti semula dan kami juga sudah melaporkannya kepada Camat,” katanya.

Baca juga : Belum Satu Tahun, Jalan Yang Dibangun Dari Dana Desa di Dharmasraya Hancur

Sementara itu, pelaksana lapangan proyek dari PT Belimbing Sriwijaya, Eri mengatakan pihaknya mengakui jalan yang telah dibangun dari dana pemerintah tersebut rusak karena digunakan sebagai akses keluar masuk kendaraan yang membawa material untuk membangun embung di kawasan tersebut.

“Kami mengakui jalan tersebut dipakai untuk akses jalan masuk material ke proyek kami dan itu sudah mendapatkan izin dari Wali Nagari dan itupun secara tertulis, mana berani kami masuk kalau tidak ada izin dari nagari. Tapi, kami berjanji akan memperbaiki jalan tersebut secara keseluruhan sesuai dengan anggarannya setelah proyek ini selesai pak,” katanya.

Di tempat terpisah, Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Junaidi Unus mengatakan seharusnya Wali Nagari sebagai pemegang dana dalam membangun jalan harus menggunakan mesin dan tidak dikerjakan secara manual. ”Harus berpatokan kepada dokumen perencanaan, kalau dijelaskan pengerjaannya manual berati ya manual, jika menggunakan alat atau mesin harus dilakukan sesuai petunjuk juga. Saya akan cek ke lapangan untuk melihat seperti apa pengerjaannya tersebut,” ulasnya. [WNS]




Bagikan:
Topik: , , ,
Loading...