Jambret Dua Pelajar, Dua Pemuda Meringis Kesakitan

Jambret Dua Pelajar, Dua Pemuda Meringis Kesakitan
Dua pelaku jambret di kawasan Purus dibawa ke ruang penyidikan usai mendapatkan perawatan di rumah sakit akibat aksi yang dilakukannya. (Dok: Redaksi Sumbar)
Bagikan:

PADANG, RedaksiSumbar.com – Ulah nekad dua orang pelaku yang melakukan aksi pencurian dengan kekerasan (curas) di Kota Padang semakin menjadi-jadi. Mereka tak hanya mengincar korban, melainkan melihat kesempatan ketika situasi sedang sepi dan korban lengah.

Dua orang pelajar di Kota Padang, Cindy Ramadesta, 17, warga Aur Duri Kecamatan Padang Timur dan Arifila Rahmadani, 16 warga Gunung Pangilun, Kecamatan Padang Utara, Kota Padang, Sumatera Barat harus menjadi sasaran jambret dua orang yang merampas benda berharga milik mereka di kawasan Purus III, Kecamatan Padang Barat pada Selasa, 20 Februari 2018 sore sekitar pukul 18.30 WIB.

Kejadian berawal disaat kedua korban sedang melintasi jalan Samudera tidak jauh dari lokasi kejadian, kemudian pelaku bernama Jefry Aditya, 23, warga jalan Purus IV dan Muhammad Mukhlis, 21, warga Mega Permai I, Lubuk Buaya, Kecamatan Koto Tangah, Kota Padang, Sumatera Barat yang mengendarai sepeda motor jenis Suzuki Spin warna merah kombinasi hitam dengan nomor polisi (Nopol) BA 5246 BD datang menyambar korban dengan cara menarik tas korban.

“Korban kemudian berusaha menarik kembali sehingga korban dan tersangka sama-sama terjatuh, kemudian masyarakat sekitar berusaha mengejar tersangka dan kemudian mereka menghakimi kedua pelaku tersebut,” ucap Kapolsek Padang Barat, AKP Armijon kepada sejumlah awak media di Mapolsek Padang Barat, jalan Juanda.

Lanjut Kapolsek, setelah diamankan petugas tidak langsung membawanya ke kantor polisi lantaran korban mengalami luka-luka di sekujutr tubuhnya.

“Setelah melihat kondisi korban yang luka luka karena terjatuh dari sepeda motor dan dipukul oleh massa, kemudian tersangka dibawa berobat ke RS Bhayangkara Polda Sumbar, setelah berobat tersangka kembali dibawa ke Polsek Padang Barat,” tambahnya.

Sementara itu, salah seorang korban, Cindy menyebut bahwa dirinya hendak pergi mengikuti bimbingan belajar (Bimbel) ke salah satu pusat pelatihan bahasa Inggris di kawasan Ahmad Yani.

“Saya tidak merasa ada orang yang menempel (mengikuti, red) dari belakang, tahu-tahunya tas yang saya sandang dirampas oleh kedua pelaku hingga kami berdua terjatuh,” katanya sesaat sebelum dilakukan visum dan pengobatan karena juga mengalami luka di bagian tangan dan kaki.

Akibat kejadian tersebut, dirinya hampir saja kehilangan dua unit telepon genggam.

“Hampir saja telepon genggam jenis Samsung dan Oppo milik saya dan rekan saya dirampas oleh kedua orang tersebut, beruntung ada warga setempat yang ikut membantu mengejar pelaku,” tuturnya. [Red]




Bagikan:
Topik: , ,
Loading...