Jembatan Rusak, Akses Warga di Tanah Datar Terputus

Jembatan Rusak, Akses Warga di Tanah Datar Terputus
Pasca rusaknya jembatan di kawasan Jorong Turawan, Kenagarian III Koto, Kecamatan Rambatan, Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat. Sekitar lima ribu masyarakat setempat terancam tidak bisa melintasi jembatan tersebut. IST.
Bagikan:

TANAH DATAR, RedaksiSumbar.com – Pasca rusaknya jembatan di Jorong Turawan, Kenagarian III Koto, Kecamatan Rambatan, Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat menyebabkan akses warga setempat menjadi terputus. Warga terpaksa mengambil jalan berputar yang jaraknya lebih jauh dengan mengambil jalan melalui Galogandang.

Salah seorang toko masyarakat setempat, M Hatta menyebut bahwa warga sangat berharap kepada pemerintah setempat agar segera diperbaiki. “Jembatan ini sudah rusak sejak Sabtu (7/10/2017) sekitar pukul 17.30 WIB. Beruntung tidak menimbulkan korban jiwa,” katanya.

Menurutnya, jembatan tersebut sudah lama dibangun dan sejak beberapa tahun terakhir jembatan tersebut sempat direvitalisasi dan terancam menimbulkan korban jiwa jika kondisi tersebut dibiarkan berlarut.

“Sekarang jembatan tersebut rusak kembali dan terancam ambruk. Ini sangat menyulitkan kami sebagai masyarakat setempat karena harus berputar jauh. Kami tidak mengerti, kenapa jembatan ini rusak karena tidak ada karena gempa atau beban yang terlalu berat. Dugaan saya, jembatan ini terkikis oleh air dari sungai Bengkawas,” ujarnya.

Jembatan Turawan tersebut diketahui memiliki panjang sekitar 10 meter dengan lebar lebih kurang delapan meter. Saat ini, jembatan tersebut tidak bisa dilalui kendaraan roda dua dan empat. Jembatan yang berlokasi di samping Pasar Turawan tersebut menghubungkan 10 Jorong dan lima ribu warga melintasi jembatan tersebut setiap harinya.

“Selisih jaraknya jika kami melewati jalan Simpang Gobah mencapai tiga kilometer. Kami berharap, jembatan ini segera diperbaiki pemerintah,” tukasnya.

Kepala Dinas PU Thamrin Basrul mengatakan, jembatan tersebut merupakan jembatan berukuran kecil yang dibangun tahun 2014 diperlebar melalui dana PNPM Mandiri. “Kami akan tanggapi ini dengan serius mengingat jembatan adalah fasilitas umum yang menghubungan antar wilayah. Berdasarkan keterangan dari warga setempat, jembatan tersebut telah tiga kali dihantam banjir sehingga pondasi jembatan itu mulai tergerus sehingga mengakibatkan ketahanan jembatan semakin berkurang dan akhirnya amblas seperti yang terjadi itu,” sebut Thamrin.

Sementara itu, Wakil Bupati Tanah Datar, Zuldafri Darma, Rabu (11/10/2017) mengatakan saat ini pihaknya akan membangun jembatan darurat untuk membantu akses warga yang bepergian melintasi tempat tersebut. “Untuk pembuatan jembatan permanen, kita usahakan akan dikerjakan pada tahun 2018 mendatang,” ulas Wabup. [Riadi]

Bagikan:
Tags: , ,
Loading...

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Tinggalkan Balasan