Jeritan Warga Korban Abrasi Sungai Batang Batahan, Pasbar Diduga Terabaikan

Jeritan Warga Korban Abrasi Sungai Batang Batahan, Pasbar Diduga Terabaikan
Bagikan:

“Pak Bupati, apakah kami harus mati dulu baru diperhatikan”

PASAMAN BARAT, RedaksiSumbar.com – Intensitas hujan yang tinggi mengguyur wilayah Kecamatan Ranah Batahan, Kabupaten Pasaman Barat serta seringnya terjadi banjir kiriman dari hulu sungai Batang Batahan membuat rumah warga yang terancam tergerus longsor hanya bisa pasrah. Pihak terkait dalam hal ini diharapkan segera adanya penanganan.

Pantauan RedaksiSumbar.com di lokasi, di Jorong Kampung Baru, Nagari Batahan, Kecamatan Ranah Batahan, Kabupaten Pasaman Barat, Sumatera Barat, Tiga rumah yang tergerus di bagian belakang dan samping. Ketiga rumah itu dihuni Khairani,Zulkifli dan Ernawati. Mereka tetap tinggal dirumah itu walaupun apa resiko yang akan terjadi, karena usaha mereka disitu.

Bukan hanya rumah yang terancam ambruk, namun derasnya Sungai Batang Batahan juga mengancam ambruknya jembatan Nasional yang menghubungkan Provinsi Sumatera Barat dengan Provinsi Sumatera Barat di kecamatan setempat.

Salah seorang korban abrasi, Khairani, mengatakan, ambruknya bagian belakang rumah warga ini terjadi sejak bulan April lalu. Hal itu dikarenakan, bagian bawah dari rumah yang ditempati warga tersebut tergerus sungai, sehingga saat arus deras maka terancam ambruk.

“Empat bulan lalu kami sudah melaporkan ke Pemerintah Nagari, Kecamatan, BPBD dan instansi terkait lainnya, tapi hingga saat ini belum ada tanda-tanda dilakukan tindakan. Padahal, kondisi sudah sangat kritis.

Hal ini terlihat bagian belakang rumah warga yang tergerus Sungai Batang Batahan dan terus menggerus ketiga rumah warga tersebut,” paparnya.

Disamping itu, Ketua Koordinator LSM Pelindas Kecamatan Ranah Batahan, Zulkisman, Sabtu (23/9/2017) menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Pasaman Barat melalui isntansi terkaitnya diduga mengabaikan keselamatan masyarakat. Buktinya, sampai sekarang tidak ada tindakan dari pihak terkait.

“Diduga, pihak terkait melakukan pembiaran terhadap ancaman yang dirasakan oleh masyarakat Jorong Kampung Baru ini. Padahal, kami ini juga warga Pasaman Barat,” tegas Zulkisman.

Kami berharap Pemerintah Kabupaten Pasaman Barat maupun Provinsi Sumatera Barat buka mata, atas peristiwa yang mengancam keselamatan warga ini. “Jangan tunggu ada korban jiwa, segera lakukan tindakan,” pintanya dengan tegas.

Zulkisman menghimbau kepada masyarakat yang rumahnya berdekatan dengan Sungai untuk senantiasa waspada. Terutama saat hujan maupun air sungai naik.

Karena, sungai tersebut tidak hanya banjir ketika hujan di daerah setempat melainkan dari daerah hulu, sehingga bisa saja lonsor menimpa rumah yang berada di bibir sungai tersebut.

“Kondisi yang sangat rawan abrasi seharusnya mendapatkan perhatian serius dari Pemerintah Kabupaten, Provinsi dan Pusat serta pihak terkait lainnya. Agar meminimalisir abrasi yang lebih parah dan korban jiwa. Kami harapkan, dibangun penahan tebing sungai, agar abrasi tidak terjadi lagi,” pintanya

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, dalam pesan whatsapp Yulianto, pihak BPBD sudah meninjau dan memasukkan dalam daftar usulan ke pusat kemaren. “Dari anggaran APBD Tahun 2018 sudah di prioritaskan. Kalau untuk dana pusat belum dapat. Sementara, air sungai terus mengancam rumah, penanganan darurat tidak ada,” kata Yulianto sesuai pesan whatsappnya.

Selain itu dijelaskan Kepala BPBD Pasaman Barat, Try Waluyo, mengatakan bahwa, kalau dana tanggap darurat tidak bisa diperuntukkan untuk fisik.

“Tanggap darurat boleh diperuntukkan untuk jembatan sementara, hunian sementara, air bersih dan untuk bahan dapur umum,” terang Waluyo.

Untuk anggaran tahun 2018, kita akan perjuangkan. Agar, dilakukan normalisasi dan perkuatan tebing. “Kita juga sedang berusaha mendapatkan bantuan dana dari Pemerintah Pusat. Agar, pembangunannya bisa lebih besar dan masyarakat sekitar itu aman kembali,” tegas Waluyo.

Dijelaskan Waluyo, berdasarkan Permen PUPR No.20/2016, Sungai Batang Batahan termasuk ke dalam Wilayah Sungai (WS) Batang Natal – Batang Batahan yg merupakan kewenangan BWS Sumatera II di Medan.

“Kami akan forwardkan semua poto dan kondisi lapangan sesuai isi berita ke yg berwenang. Mudah-mudahan ada tanggapan cepat dan bisa koordinasi untuk mencari solusi,” kata Waluyo.

Disamping itu, Kabid Kesiapsiagaan BPBD Provinsi Sumatera Barat, Rumainur, dalam pesan SMS mengatakan masih mengumpulkan info. “Kita masih kumpulkan info,” katanya sesuai pesan SMS.

Secara terpisah, Anggota DPRD Provinsi Sumatera Barat dari Partai Golkar, Zigo Rolanda, meminta agar BPBD Kabupaten itu cepat menyurati BPBD ataupun pihak terkaitnya di Provinsi Sumatera Barat. “Kita siap mendampingi demi kesejahteraan masyarakat Sumatera Barat,” tegas anggota DPRD Provinsi termuda se Indonesia itu. [Red]

Bagikan:
Tags: ,
Loading...

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Tinggalkan Balasan