Jual Satwa Dilindungi, JS dan HN Divonis 3,5 Tahun

Jual Satwa Dilindungi, JS dan HN Divonis 3,5 Tahun
Ilustrasi. (Dok: Animals.id)
Bagikan:




AGAM, RedaksiSumbar.com – Terdakwa penjual satwa dilindungi, JS dan HN harus merasakan dinginnya lantai penjara usai hakim menjatuhkan vonis kurungan penjara selama 3,5 tahun.

Vonis dengan nomor perkara : 125/Pid.B/LH/2017/PN LBB dan 126/Pid.B/LH/2017/PN LBB untuk kedua terdakwa tersebut dibacakan oleh Hakim Ketua Ida Maryam Hasibuan dan anggota Duano Aghaya dan Shinta Nike Ayudia pada Kamis, 15 Februari 2018 lalu.

Tak sampai disitu, keduanya juga diwajibkan membayar denda Rp100 juta subsider enam bulan kurungan penjara.

JS dan HN divonis oleh Pengadilan Negeri Kabupaten Agam, Sumbar karena terlibat dalam sindikat jual beli satwa delapan ekor Kukang pada tahun 2017 lalu. Keduanya diamankan oleh tim dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan pada 20 September 2017 di Lubuk Basung, Kabupaten Agam, Sumbar.

Sementara Itu kepala Badan Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sumatera Barat melalui Kasi Wilayah 1, Khairi Ramadhan mengimbau masyarakat untuk tidak menangkap dan memperdagangan hewan yang dilindungi.

“Sebelumnya kita sudah memberikan himbauan tertulis kepada masyarakat untuk tidak menangkap dan memperdagangkan hewan yang dilindungi, serta memberikan sosialisasi secara langsung,” katanya, Jumat, 23 Februari 2018.

Saat ini, hewan primata hasil sitaan tersebut sudah dilepas liarkan di Taman Hutan Raya (Tahura) Bung Hatta yang berada di jalan lintas Padang-Solok, Kecamatan Lubuk Kilangan, Kota Padang, Sumbar. [JNS]




Bagikan:
Topik: , , ,
Loading...