Kabupaten Pasaman Kota Layak Anak 2017, Diduga Tercoreng Atas Kehamilan Anak Kelas 5 SD

Kabupaten Pasaman Kota Layak Anak 2017, Diduga Tercoreng Atas Kehamilan Anak Kelas 5 SD
(Ilustrasi/istimewa)
Bagikan:

PASAMAN, RedaksiSumbar.com – Anak kelas 5 Sekolah Dasar (SD) di Kabupaten Pasaman, Provinsi Sumatera Barat diduga hamil 6 bulan. Padahal, Kabupaten Pasaman baru saja menerima penghargaan Kota Layak Anak Tahun 2017 dari Kementrian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Republik Indonesia di Jakarta.

“Benar, ada anak SD hamil 6 bulan di Kecamatan Panti yang berumur 14 tahun. Informasi ini didapat dari salah satu Bidan Polindes Ujung Padang,” kata Bundo Kanduang Ujung Pandang, Nagari Panti Selatan, Siti Rahma, seperti dikutif dari MediaKoreksi, Selasa (25/7/2017).

Diketahuinya anak SD tersebut hamil, setelah orang tuanya membawa anaknya berobat ke Polindes. Setelah itu, orang tuanya langsung tidak diketahui keberadaannya.

“Diduga karena malu, orang tua anak SD tersebut langsung hilang. Sampai sekarang, keberadaannya masih dicari,” urai Bundo Kanduang.

Disampaikannya, bahwa mereka sudah melaporkan masalah ini ke kantor Perlindungan Anak Indonesia (PAI) Lubuk Sikaping pada tanggal 21 Juli kemarin. Namun sampai saat ini belum ada tindakan dari PAI dan setelah kami kembali menghunginya, mereka mengatakan masalah ini akan diredam dahulu kerena orang tuanya tidak diketahui dimana. “Ini sangat mengecewakan dan memalukan,” ucap Bundo.

Kabid PAI Yulinda Yudi mengatakan belum ada laporan secara tertulis dan anak itu tidak diketahui keberadaannya sehingga kami belum bisa mengambil tindakan.

Kepala Puskesmas Yuharman menuturkan, benar anak itu sudah diperiksa oleh bidan di Polindes Ujung Padang namun dari pihak puskesmas tidak akan memberikan kepastian kecuali kepada penyidik dan hakim.

Kapolsek Panti Dasman mengatakan anak itu positif hamil setelah dicek oleh bidan, kami sudah meninjau kelapangan namun rumah keluarga kosong dan belum diketahui keberadaannya.

Selanjutnya UPTD Pendidikan Kecamatan Panti saat ditemui ruang kerjanya mengatakan, anak tersebut memang diduga hamil sehingga kami menyurati dinas pendidikan. “Anak itu sudah resmi dikeluarkan oleh pihak sekolah,” tegas Kepala UPTD, Selasa (25/7/2017).

Sementara hal sebaliknya dikatakan Kabid Dikdas Hakim mengatakan, bahwa pihak keluarga yang mengeluarkan anak itu. “Bukan dari pihak sekolah yang mengeluarkan,” jelas Hakim.

Sekretaris LSM POBINDO DPD Pasaman Saldes Fajar menegaskan, masalah ini harus ditindak tegas oleh pihak yang berwajib agar tidak terulang lagi untuk berikutnya. “Kalau terulang lagi anak Pasaman akan layak beranak, bukan layak anak,” tegas Saldes Fajar, sesuai kutipan dari berita MediaKoreksi. [Red/Gani]

Bagikan:
Tags: , , , ,
Loading...

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Tinggalkan Balasan